HALLOBISNIS.COM - Apakah nama Dirjen Bea Cukai yang muncul dalam dakwaan korupsi impor akan mengguncang reformasi pengawasan kepabeanan?
Mengapa pertemuan pejabat Bea Cukai dan pengusaha kargo kini menjadi sorotan tajam dalam sidang KPK di Jakarta?
Nama Dirjen Bea Cukai Muncul dalam Dakwaan Korupsi Impor Barang
Nama Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, muncul dalam surat dakwaan kasus dugaan suap dan gratifikasi impor barang yang dibacakan Jaksa KPK di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (06/05/2026).
Kemunculan nama pejabat tertinggi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) itu memicu perhatian publik karena perkara menyangkut pengurusan impor, jalur merah, dan dugaan pemberian fasilitas mewah.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah masih menunggu proses hukum yang berjalan sebelum mengambil langkah lanjutan terhadap Djaka.
“Ya kita lihat saja nanti, nanti kita lihat proses hukumnya seperti apa,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta Pusat, Kamis (07/05/2026).
Baca Juga: Panda Bond Jadi Opsi Baru Indonesia Hadapi Tekanan Dolar AS dan Ketidakpastian Pasar Keuangan Global
Pertemuan Pejabat Bea Cukai dan Pengusaha Kini Disorot Publik
Dalam surat dakwaan KPK, Djaka disebut menghadiri pertemuan bersama sejumlah pejabat Bea Cukai dan pengusaha kargo di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, pada Juli 2025.
Pertemuan itu juga dihadiri Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat Rizal, Sisprian Subiaksono, Orlando Hamonangan Sianipar, dan pemilik Blueray Cargo, John Field.
Jaksa KPK menyebut komunikasi lanjutan antara pengusaha dan pejabat Bea Cukai berkaitan dengan keluhan peningkatan jalur merah serta dwelling time barang impor Blueray Cargo.
Baca Juga: Ekonomi Triwulan I 2026 Tumbuh Positif Meski Ancaman Krisis Energi Global Masih Membayangi Dunia
Kasus tersebut berkembang setelah KPK menggelar operasi tangkap tangan pada Selasa (04/02/2026) di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.
Sehari setelah operasi, KPK menetapkan enam tersangka yang terdiri dari pejabat Bea Cukai dan pihak swasta dari korporasi Blueray Cargo.
Artikel Terkait
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Naik Tajam Triwulan I 2026, Apa Dampaknya Bagi Dunia Usaha
Rupiah Bergantung Modal Asing, Mengapa Defisit Transaksi Berjalan Terus Tekan Nilai Tukar Indonesia Hingga Kini
Utang Luar Negeri Jadi Faktor Penopang Rupiah, Fakta di Balik Stabilitas Nilai Tukar Indonesia Saat Ini
Rupiah Tembus Rp17.400, Dosen UGM Ungkap Faktor Global dan Risiko Besar Ekonomi Indonesia Saat Ini
Indonesia Siapkan Panda Bond di Tiongkok Saat Ketergantungan Dolar AS Global Mulai Dipertanyakan Investor
Panda Bond Indonesia Jadi Sorotan, Strategi Baru Kurangi Dominasi Dolar AS dalam Pembiayaan Nasional
INDEF Soroti Tantangan Besar Indonesia Kejar Target SDGs Lingkungan Jelang Pembangunan Berkelanjutan 2030
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen Saat Konsumsi Lebaran dan Belanja Pemerintah Melonjak Awal Tahun 2026
BPS Catat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tertinggi 5 Tahun Terakhir Ditopang Konsumsi Rumah Tangga Nasional
Nama Dirjen Bea Cukai Muncul dalam Dakwaan Korupsi Impor, Bagaimana Respons Resmi Kemenkeu