THE BOTTOM LINE:
- Indonesia masih menghadapi tantangan besar mencapai target SDGs lingkungan menjelang tenggat 2030 mendatang.
- INDEF menilai lemahnya political will membuat implementasi SDGs sering sebatas pelabelan program administratif pembangunan.
- Persoalan sampah plastik, kualitas udara, sanitasi, dan ekosistem dinilai masih menjadi pekerjaan rumah utama nasional.
BISNISNEWS.COM - Apakah Indonesia benar-benar siap mencapai target SDGs lingkungan pada 2030 mendatang?
Mengapa persoalan sampah plastik, kualitas udara, dan sanitasi masih menjadi ancaman serius pembangunan berkelanjutan nasional?
INDEF Soroti Ancaman Gagalnya Target SDGs Lingkungan Indonesia Menuju 2030
Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai Indonesia masih menghadapi tantangan serius dalam mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) pilar lingkungan menjelang 2030.
Sorotan tersebut mengemuka dalam podcast What’s on Economy INDEF bersama Peneliti Center of Food and Energy Sustainable Development (FESD) INDEF, Annisa Utami Kusumanegara.
Indonesia saat ini berada di peringkat 77 dari 167 negara dalam pencapaian SDGs global, meski beberapa indikator lingkungan masih stagnan.
Political Will Pemerintah Dinilai Masih Lemah dalam Implementasi SDGs Nasional
Annisa Utami Kusumanegara, Peneliti FESD INDEF, mengatakan tantangan utama pencapaian SDGs bukan hanya soal pendanaan dan teknologi.
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.400, Dosen UGM Ungkap Faktor Global dan Risiko Besar Ekonomi Indonesia Saat Ini
Menurutnya, kemauan politik pemerintah pusat maupun daerah masih menjadi hambatan besar integrasi SDGs dalam kebijakan pembangunan nasional.
“Ketika political will-nya tidak ada, maka SDGs hanya menjadi label administratif,” ujar Annisa dalam podcast tersebut.
Ia menilai banyak program pembangunan masih menjadikan SDGs sekadar penanda dokumen administratif, bukan target pembangunan utama yang dijalankan serius.
Padahal, SDGs mencakup 17 tujuan dan 169 target global yang meliputi lingkungan, sosial, tata kelola, hingga hukum internasional.
Artikel Terkait
Teknologi Baru Tiongkok Berpotensi Ubah Peta Kekuatan Digital Dunia dan Tekan Dominasi Amerika Serikat
Bali Menuju Pusat Keuangan Baru, Pemerintah Siapkan Insentif Fiskal untuk Tingkatkan Daya Saing Nasional
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Naik Tajam Triwulan I 2026, Apa Dampaknya Bagi Dunia Usaha
Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 5,61 Persen, Ini Faktor Utama dan Risiko yang Perlu Diwaspadai
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Capai 5,61 Persen, Tertinggi Lima Tahun Apa Faktor Utamanya
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 5,61 Persen Namun Rupiah Melemah Tajam Picu Kekhawatiran Stabilitas
Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh Stabil Didukung Investasi Ekspor dan Daya Beli Masyarakat Tetap Kuat
Rupiah Bergantung Modal Asing, Mengapa Defisit Transaksi Berjalan Terus Tekan Nilai Tukar Indonesia Hingga Kini
Rupiah Tembus Rp17.400, Dosen UGM Ungkap Faktor Global dan Risiko Besar Ekonomi Indonesia Saat Ini
Indonesia Siapkan Panda Bond di Tiongkok Saat Ketergantungan Dolar AS Global Mulai Dipertanyakan Investor