• Kamis, 4 Juni 2026

Rupiah Terus Melemah, Pakar Unair Ungkap Strategi Aman Menjaga Keuangan Keluarga Produktif Indonesia

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Kamis, 28 Mei 2026 | 15:57 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS terus menjadi perhatian karena berdampak terhadap harga kebutuhan pokok dan pengeluaran rumah tangga masyarakat produktif. (Dok. Kreasi Dola AI)
Nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS terus menjadi perhatian karena berdampak terhadap harga kebutuhan pokok dan pengeluaran rumah tangga masyarakat produktif. (Dok. Kreasi Dola AI)

THE BOTTOM LINE:

  • Pelemahan rupiah terhadap Dolar AS berpotensi menekan daya beli masyarakat produktif dan meningkatkan inflasi domestik.
  • Pakar perbankan Universitas Airlangga meminta masyarakat memperkuat dana darurat dan mengurangi belanja konsumtif berlebihan.
  • Kenaikan biaya impor akibat rupiah melemah dapat memicu penyesuaian harga barang kebutuhan harian masyarakat Indonesia.

BISNISNEWS.COM - Apakah pelemahan rupiah hanya berdampak pada investor besar dan korporasi?

Mengapa harga kebutuhan sehari-hari perlahan naik meski gaji pekerja tetap stagnan beberapa bulan terakhir?

Pelemahan Rupiah Mulai Menggerus Daya Beli Kalangan Produktif Nasional

Nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap Dolar AS mulai memicu kekhawatiran masyarakat produktif karena berdampak langsung terhadap harga kebutuhan harian.

Baca Juga: BlackRock Ungkap Investor Global Kini Fokus Buru Korporasi Tambang Jumbo Demi Stabilitas Investasi Jangka Panjang

Tekanan kurs juga meningkatkan biaya impor bahan baku industri sehingga berpotensi menaikkan harga barang konsumsi dalam beberapa bulan mendatang.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Sucipto, menyebut pelemahan rupiah harus disikapi masyarakat dengan strategi keuangan yang lebih disiplin dan realistis.

“Ketika rupiah melemah, masyarakat perlu menata ulang prioritas pengeluaran agar kondisi finansial tetap aman,” kata Sucipto dalam keterangan resmi Universitas Airlangga, Kamis (28/5/2026).

Baca Juga: 300 Titik Tambang Emas Ilegal Sumbar Bertahan Karena Cadangan Aluvial Dinilai Masih Sangat Melimpah

Menurutnya, tekanan nilai tukar dapat memicu kenaikan inflasi sehingga daya beli masyarakat berisiko turun apabila pengeluaran tidak dikendalikan sejak awal.

Strategi Finansial Penting Saat Nilai Tukar Rupiah Terus Tertekan Global

Sucipto menjelaskan masyarakat perlu mengurangi belanja konsumtif agar arus kas rumah tangga tetap sehat selama ketidakpastian ekonomi global berlangsung.

Ia menilai penguatan dana darurat menjadi langkah penting karena tekanan ekonomi eksternal dapat memengaruhi stabilitas pekerjaan dan pendapatan masyarakat.

Baca Juga: Purbaya Heran Rupiah Nyaris Rp17.800 per Dolar AS Meski Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat Stabil

“Masyarakat jangan mudah panik membeli barang secara berlebihan karena justru memperbesar tekanan pengeluaran rumah tangga,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini