• Kamis, 4 Juni 2026

BlackRock Ungkap Investor Global Kini Fokus Buru Korporasi Tambang Jumbo Demi Stabilitas Investasi Jangka Panjang

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Kamis, 28 Mei 2026 | 14:15 WIB
BlackRock mengungkap investor global kini lebih tertarik pada korporasi pertambangan jumbo dengan cadangan mineral strategis besar dunia. (Dok. Kreasi Dola AI)
BlackRock mengungkap investor global kini lebih tertarik pada korporasi pertambangan jumbo dengan cadangan mineral strategis besar dunia. (Dok. Kreasi Dola AI)

BISNISNEWS.COM - Mengapa investor global kini lebih memilih korporasi pertambangan raksasa dibanding emiten tambang menengah yang sebelumnya agresif berekspansi?

Apakah lonjakan kebutuhan mineral strategis dunia membuat korporasi tambang jumbo menjadi aset paling aman menghadapi ketidakpastian ekonomi global?

BlackRock Ungkap Investor Global Kini Incar Korporasi Pertambangan Jumbo

Investor global kini semakin selektif memilih aset pertambangan dengan fundamental kuat dan skala produksi besar di tengah tekanan ekonomi dunia.

Baca Juga: 300 Titik Tambang Emas Ilegal Sumbar Bertahan Karena Cadangan Aluvial Dinilai Masih Sangat Melimpah

Head of Natural Resources Asia BlackRock Evy Hambali menyebut investor lebih tertarik pada korporasi pertambangan jumbo karena dinilai stabil menghadapi volatilitas pasar global.

“Investor global mencari korporasi dengan cadangan besar, tata kelola kuat, dan kemampuan ekspansi jangka panjang,” ujar Evy Hambali dalam keterangannya, Kamis, 28/05/2026.

Menurut BlackRock, kebutuhan mineral strategis untuk kendaraan listrik dan transisi energi menjadi faktor utama meningkatnya minat terhadap sektor pertambangan global.

Baca Juga: Purbaya Heran Rupiah Nyaris Rp17.800 per Dolar AS Meski Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat Stabil

Korporasi tambang besar dinilai lebih siap memenuhi lonjakan permintaan nikel, tembaga, dan mineral penting lain yang dibutuhkan industri energi bersih dunia.

Korporasi Tambang Besar Dinilai Lebih Tahan Hadapi Gejolak Ekonomi Dunia

BlackRock menilai ketidakpastian geopolitik membuat investor global lebih berhati-hati menempatkan modal pada sektor berbasis komoditas strategis.

Evy Hambali mengatakan korporasi pertambangan berskala besar memiliki kemampuan pengelolaan risiko yang lebih baik dibandingkan korporasi kecil.

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.800 per Dolar AS Meski BI Rate Naik, Pasar Mulai Khawatir Dampak Ekonomi Nasional

“Investor global saat ini sangat mempertimbangkan stabilitas operasional dan keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang,” kata Evy Hambali.

Selain memiliki cadangan besar, korporasi jumbo dinilai mampu menjaga efisiensi produksi ketika harga komoditas dunia mengalami tekanan signifikan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini