• Kamis, 4 Juni 2026

Purbaya Heran Rupiah Nyaris Rp17.800 per Dolar AS Meski Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat Stabil

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Kamis, 28 Mei 2026 | 10:13 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi pelemahan rupiah hingga Rp17.795 per Dolar AS di Jakarta Selatan. (Dok Instagram @menkeuri)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi pelemahan rupiah hingga Rp17.795 per Dolar AS di Jakarta Selatan. (Dok Instagram @menkeuri)

THE BOTTOM LINE:

  • Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan rupiah mendekati Rp17.800 per Dolar AS tidak sesuai fundamental ekonomi nasional.
  • Pemerintah memastikan APBN tetap aman karena simulasi tekanan kurs dan minyak dunia sudah dihitung sebelumnya.
  • Intervensi pasar obligasi dilakukan pemerintah untuk menjaga yield tetap stabil dan menarik investor asing masuk.

BISNISNEWS.COM - Mengapa rupiah terus melemah ketika fundamental ekonomi Indonesia dinilai tetap kuat oleh pemerintah?

Benarkah pelemahan kurs hingga Rp17.800 per Dolar AS menjadi sinyal tekanan baru bagi pasar keuangan nasional dan daya beli masyarakat produktif?

Rupiah Melemah Saat Fundamental Ekonomi Dinilai Masih Solid

Nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS hampir menyentuh level Rp17.800 pada penutupan perdagangan Selasa, 26/05/2026.

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.800 per Dolar AS Meski BI Rate Naik, Pasar Mulai Khawatir Dampak Ekonomi Nasional

Berdasarkan data Bloomberg, kurs Dolar AS ditutup menguat 0,29 persen atau 52 poin menjadi Rp17.795 per Dolar AS.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku heran melihat pelemahan rupiah yang terjadi di tengah kondisi fundamental ekonomi domestik yang dinilai baik.

“Kan ekonomi bagus, ini terjadi ketika fundamentalnya bagus, ini nggak masuk akal sebenarnya,” ujar Purbaya di kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta Selatan, Rabu (27/05/2026).

Baca Juga: Gunung Bromo Ditutup Total Mulai 30 Mei 2026 Saat Ritual Suci Yadnya Kasada yang Digelar Masyarakat Tengger

Pernyataan tersebut muncul ketika pasar keuangan domestik menghadapi tekanan global akibat penguatan mata uang Dolar AS dan ketidakpastian arah suku bunga internasional.

Sebelumnya, sejumlah media melaporkan tekanan kurs rupiah meningkat sejak awal kuartal kedua 2026 akibat arus modal asing yang bergerak hati-hati.

Pemerintah Pastikan APBN Tetap Aman Dari Tekanan Kurs

Purbaya menegaskan pemerintah belum perlu melakukan penghitungan ulang terhadap ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN.

Baca Juga: Pemerintah Tunda Ekspor Lewat Danantara Hingga 2027 Demi Stabilitas Devisa dan Perdagangan Nasional

Menurut dia, simulasi tekanan eksternal sebelumnya sudah memasukkan asumsi pelemahan rupiah dan kenaikan harga minyak dunia hingga 100 Dolar AS per barel.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini