THE BOTTOM LINE:
- Agoeslan Capital Group membuka peluang kembali aktif di sektor batubara, nikel, dan kelapa sawit melalui subholding.
- Hanasta Resources Group dan Hanasta Agriresources Isnatya masih melakukan kajian bisnis serta analisis peluang investasi.
- Kebijakan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia dinilai menghadirkan peluang baru.
BISNISNEWS.COM - Apakah kebijakan ekspor komoditas terbaru dapat membuka peluang investasi baru bagi pelaku usaha nasional?
Mengapa Agoeslan Capital Group mulai kembali melirik sektor batubara, nikel, dan kelapa sawit setelah beberapa waktu tidak aktif melakukan produksi di bidang tersebut?
Agoeslan Capital Group Kaji Peluang Baru di Sektor Komoditas Strategis Nasional
Agoeslan Capital Group mulai menjajaki peluang untuk kembali aktif di sektor batubara, nikel, dan kelapa sawit melalui subholding Hanasta Resources Group serta Hanasta Agriresources Isnatya.
Baca Juga: Agung Suryamal Ungkap Strategi Pengusaha Hadapi Pelemahan Rupiah dan Tekanan Ekonomi Global Saat Ini
Langkah tersebut dilakukan di tengah perubahan kebijakan tata kelola ekspor komoditas yang dinilai dapat menciptakan dinamika baru bagi pelaku usaha nasional.
Founder sekaligus CEO Agoeslan Capital Group, Danu Agoeslan, mengatakan proses penjajakan masih berlangsung dan belum memasuki tahap produksi.
"Kami masih melakukan penjajakan dan analisa peluang untuk kembali aktif di tiga sektor tersebut," kata Danu Agoeslan.
Baca Juga: Mengapa Indonesia Belum Menjadi Negara Maju Meski Kaya SDA dan Bonus Demografi yang Sangat Besar
Hanasta Resources dan Agriresources Fokus Mengkaji Potensi Pasar Nasional
Menurut Danu, hingga saat ini Hanasta Resources Group dan Hanasta Agriresources Isnatya belum melakukan aktivitas produksi sendiri pada tahun ini.
Meski demikian, berbagai kajian bisnis dan pemetaan peluang pasar terus dilakukan untuk menentukan langkah strategis berikutnya.
Pendekatan tersebut dilakukan agar keputusan investasi yang diambil tetap memperhatikan perkembangan industri dan kebijakan pemerintah.
Strategi Korporasi Dilakukan Secara Bertahap dan Tidak Berlebihan
Danu menjelaskan pihaknya tidak ingin rencana tersebut diumumkan secara berlebihan sebelum terdapat perkembangan yang lebih konkret.
Artikel Terkait
Bahlil Cari Pembuat Lagu MBG Viral, Respons Santainya Justru Memicu Perhatian Publik Lebih Luas Nasional
Rupiah Tembus Rp17.812, Ichsanuddin Noorsy Ungkap Sinyal Tekanan Ekonomi Terlihat Pada Sektor Riil
Prabowo Tunjuk AHY Pimpin Komite Kereta Cepat Jakarta Bandung, Apa Dampaknya Bagi Masa Depan Whoosh Nasional
Badan Ekspor Baru dan PP 21/2026 Berpotensi Tekan Penjualan Serta Profitabilitas Wilmar Cahaya Indonesia
Kejari Karawang Segel PT BAS Lagi, Temuan BPK Rp1,3 Triliun Dorong Sorotan Baru Terhadap BTN Nasional
Hari Raya Waisak 2026, BRI Peduli Tebar Kepedulian Lewat Sebanyak 1.000 Paket Sembako untuk Umat Buddha
WALHI Desak Audit Lingkungan PT FHT Setelah Dugaan Sedimentasi Muncul di Perairan Teluk Buli Halmahera Timur
Rupiah Mendekati Rp18.000 Per Dolar AS, Mengapa Pemerintah Tetap Optimistis Ekonomi Tetap Kuat Tahun Ini
Mengapa Indonesia Belum Menjadi Negara Maju Meski Kaya SDA dan Bonus Demografi yang Sangat Besar
Agung Suryamal Ungkap Strategi Pengusaha Hadapi Pelemahan Rupiah dan Tekanan Ekonomi Global Saat Ini