THE BOTTOM LINE:
- 300 titik tambang emas ilegal di Sumatera Barat bertahan karena cadangan emas aluvial dinilai masih sangat melimpah.
- Pemerintah daerah mengakui pola tambang berpindah membuat pengawasan aktivitas penambangan ilegal semakin sulit dilakukan.
- Tambang emas ilegal di Sumatera Barat memicu ancaman kerusakan lingkungan dan risiko sosial bagi masyarakat sekitar tambang.
BISNSI24JAM.COM - Mengapa ratusan tambang emas ilegal di Sumatera Barat tetap bertahan meski razia terus berlangsung?
Apakah cadangan emas aluvial yang melimpah membuat penambangan tanpa izin sulit dihentikan di tengah risiko kerusakan lingkungan semakin luas?
Ratusan Tambang Emas Ilegal Sumbar Sulit Dihentikan Aparat Penegak Hukum
Aktivitas tambang emas ilegal di Sumatera Barat disebut masih bertahan karena cadangan emas aluvial di sejumlah wilayah dinilai sangat melimpah.
Data yang diungkap dalam pemberitaan menunjukkan sekitar 300 titik tambang emas ilegal masih tersebar di beberapa daerah Sumatera Barat hingga kini.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).Sumatera Barat, Bambang Istijab, mengatakan karakteristik emas aluvial membuat aktivitas penambangan terus muncul kembali.
“Cadangan emas aluvial di Sumbar memang cukup banyak sehingga aktivitas tambang ilegal masih terus terjadi,” kata Bambang.
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.800 per Dolar AS Meski BI Rate Naik, Pasar Mulai Khawatir Dampak Ekonomi Nasional
Ia menjelaskan emas aluvial relatif mudah ditambang karena berada di aliran sungai dan lapisan permukaan tanah dangkal.
Kondisi tersebut membuat penambang tidak membutuhkan teknologi besar untuk memperoleh material emas dari lokasi penambangan.
Cadangan Emas Aluvial Melimpah Menjadi Faktor Utama Penambangan Ilegal Bertahan
Bambang menyebut aktivitas tambang ilegal tersebar di sejumlah kabupaten yang memiliki potensi mineral cukup tinggi di Sumatera Barat.
Menurutnya, pola penambangan berpindah-pindah membuat aparat kesulitan melakukan pengawasan secara permanen di seluruh lokasi tambang.
Artikel Terkait
Seleksi Ketat P3MD Saring 6.000 Peserta Jadi Pemimpin Masa Depan BUMN Pilihan Pemerintah Indonesia
Diplomasi Dagang Indonesia dngan Tiongkok Fokus Perkuat Rantai Pasok Global Strategis Nasional Tahun 2026
Diskusi Paramadina Bahas Kritik The Economist Terhadap Demokrasi dan Stabilitas Ekonomi Indonesia Terkini
The Economist Soroti Risiko Ekonomi, Akademisi Paramadina Ingatkan Pentingnya Pulihkan Kepercayaan Publik
Kemendag Bocorkan Lima Fokus Revisi E-Commerce untuk Lindungi UMKM dan Konsumen Digital Indonesia
Rp100 Miliar APBN untuk Sapi Presiden Prabowo Jadi Sorotan Publik Jelang Distribusi Kurban Nasional Tahun Ini
Pemerintah Tunda Ekspor Lewat Danantara Hingga 2027 Demi Stabilitas Devisa dan Perdagangan Nasional
Gunung Bromo Ditutup Total Mulai 30 Mei 2026 Saat Ritual Suci Yadnya Kasada yang Digelar Masyarakat Tengger
Rupiah Tembus Rp17.800 per Dolar AS Meski BI Rate Naik, Pasar Mulai Khawatir Dampak Ekonomi Nasional
Purbaya Heran Rupiah Nyaris Rp17.800 per Dolar AS Meski Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat Stabil