• Kamis, 4 Juni 2026

Kondisi Fiskal Indonesia Disorot, PDIP Ingatkan Utang Negara Dibayar Dengan Utang Di Tengah Tekanan Ekonomi

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Selasa, 2 Juni 2026 | 09:56 WIB
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyampaikan pandangan mengenai kondisi fiskal Indonesia dalam peringatan Hari Lahir Pancasila di Jakarta Selatan, Senin 1 Juni 2026. (Instagram.com @sekjenpdiperjuangan)
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyampaikan pandangan mengenai kondisi fiskal Indonesia dalam peringatan Hari Lahir Pancasila di Jakarta Selatan, Senin 1 Juni 2026. (Instagram.com @sekjenpdiperjuangan)

THE BOTTOM LINE:

  • Kondisi fiskal Indonesia menjadi sorotan setelah PDIP menilai utang negara dibayar dengan utang baru berkelanjutan.
  • Hasto Kristiyanto mengingatkan tekanan ekonomi terlihat dari defisit fiskal, pelemahan rupiah, dan kenaikan harga pangan.
  • Isu utang negara kembali menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan daya beli dan lapangan kerja.

BISNISNEWS.COM - Apakah kondisi fiskal Indonesia benar-benar sedang memasuki fase yang perlu diwaspadai masyarakat dan pelaku usaha?

Mengapa isu utang negara kembali menjadi sorotan ketika harga pangan, PHK, dan tekanan daya beli masih menghantui banyak keluarga Indonesia?

Peringatan Keras Soal Kondisi Fiskal Indonesia Saat Ini

Kondisi fiskal Indonesia kembali menjadi perhatian setelah Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyampaikan sejumlah catatan kritis dalam upacara Hari Lahir Pancasila di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (01/06/2026).

Baca Juga: Agung Suryamal Ungkap Strategi Pengusaha Hadapi Pelemahan Rupiah dan Tekanan Ekonomi Global Saat Ini

Hasto menilai situasi ekonomi nasional perlu mendapat perhatian serius karena sejumlah indikator menunjukkan tekanan yang tidak dapat diabaikan.

"Defisit transaksi berjalan pada kuartal pertama 2026 menunjukkan tekanan terhadap perekonomian nasional," kata Hasto dalam keterangannya.

Menurut Hasto, keseimbangan primer APBN yang masih negatif memperlihatkan tantangan fiskal yang perlu segera direspons melalui kebijakan yang tepat.

Baca Juga: Kementan Ancam Cabut Izin PKS Nakal, Harga TBS Sawit Mulai Pulih Usai Kepastian Ekspor Nasional

Ketika Pembayaran Utang Menjadi Sorotan Publik Nasional

Pernyataan yang paling menyita perhatian adalah ketika Hasto menyinggung pola pembiayaan negara yang menurutnya menunjukkan ketergantungan terhadap utang baru.

"Utang dibayar dengan utang atau gali tutup lubang," ujar Hasto saat menyampaikan pandangannya mengenai kondisi fiskal nasional.

Pernyataan tersebut memicu diskusi mengenai ruang fiskal pemerintah dalam menjaga keberlanjutan pembiayaan pembangunan dan berbagai program prioritas nasional.

Baca Juga: Rupiah Tertekan Hingga Rekor Baru, Apa Dasar Keyakinan Pemerintah Bahwa Kondisi Akan Segera Membaik Lagi

Isu utang negara menjadi relevan karena berkaitan langsung dengan kemampuan pemerintah menjaga stabilitas ekonomi dan menjalankan berbagai program pelayanan publik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini