THE BOTTOM LINE:
- Hebei dinilai memiliki kekuatan industri manufaktur modern yang mendukung pengembangan kawasan industri pintar Indonesia.
- Pemerintah membidik investasi berkualitas yang mampu menciptakan lapangan kerja dan mempercepat transfer teknologi nasional.
- Kolaborasi Indonesia dan Hebei fokus mempercepat investasi smart technology serta pengembangan industri modern nasional.
BISNISNEWS.COM - Mungkinkah kolaborasi Indonesia dan Provinsi Hebei membuka gelombang baru investasi industri cerdas bernilai miliaran rupiah?
Bisakah pengembangan smart technology bersama Tiongkok mempercepat transformasi kawasan industri nasional dan menciptakan lapangan kerja baru?
Airlangga Bidik Investasi Teknologi Tinggi dari Provinsi Hebei Tiongkok
Pemerintah Indonesia memperkuat diplomasi ekonomi dengan Provinsi Hebei, Tiongkok, untuk mempercepat pengembangan smart technology dan investasi industri strategis nasional.
Baca Juga: Rupiah Terus Melemah, Pakar Unair Ungkap Strategi Aman Menjaga Keuangan Keluarga Produktif Indonesia
Pertemuan tersebut dipimpin Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bersama delegasi Pemerintah Provinsi Hebei yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Zhao Chenxin, dalam agenda penguatan kerja sama investasi dan teknologi.
Airlangga menegaskan Indonesia membutuhkan kolaborasi konkret untuk mempercepat transformasi industri berbasis teknologi cerdas dan penguatan rantai pasok nasional.
“Indonesia membuka peluang besar bagi pengembangan industri berbasis smart technology dan energi hijau melalui kemitraan strategis,” ujar Airlangga Hartarto.
Menurut Airlangga, hubungan ekonomi Indonesia dan Tiongkok terus berkembang signifikan dalam beberapa tahun terakhir melalui sektor industri, energi, hingga hilirisasi mineral.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat Tiongkok masih menjadi salah satu investor terbesar Indonesia pada berbagai proyek strategis nasional.
Pengembangan Kawasan Industri Pintar Jadi Fokus Kerja Sama Strategis Kedua Negara
Kerja sama dengan Hebei diarahkan untuk mendukung pengembangan kawasan industri modern berbasis digitalisasi dan efisiensi teknologi produksi.
Baca Juga: 300 Titik Tambang Emas Ilegal Sumbar Bertahan Karena Cadangan Aluvial Dinilai Masih Sangat Melimpah
Artikel Terkait
Saham CMNP dan BHIT Bergerak Berlawanan Usai Kemenangan Gugatan Jusuf Hamka Atas Hary Tanoe
Rupiah Melemah, Warga Desa Ikut Menanggung Dampak Kenaikan Dolar AS Pada Harga Kebutuhan Mereka
BI Ungkap Fakta Terbaru Utang Luar Negeri dan Dampaknya Bagi Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Jaya Suprana Jelaskan Mengapa Kenaikan Dolar AS Tetap Berpengaruh Pada Daya Beli Warga Desa Indonesia
Kritik The Economist pada Indonesia, Fahri Hamzah Jelaskan Strategi Prabowonomics Menuju Kedaulatan Ekonomi
Kode Amplop Nomor Satu dalam Sidang Bea Cukai Picu Sorotan Publik Terhadap Dugaan Suap Importasi
Airlangga Dorong Smart Technology Hebei Demi Percepat Investasi Industri Modern Berkelanjutan dan Kompetitif
Paskibraka Sulsel Viral, BPIP Tegaskan Seleksi Nasional Objektif Meski Isu Diskriminasi Ramai Diperdebatkan
Nasabah BCA Tasikmalaya Kehilangan Rp160 Juta, DPRD Soroti Dugaan Akses Ilegal Mobile Banking dari Pihak Luar
MSCI Bekukan Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk GOTO, Investor Pasar Modal Mulai Menghitung Dampaknya