• Kamis, 4 Juni 2026

Kritik The Economist pada Indonesia, Fahri Hamzah Jelaskan Strategi Prabowonomics Menuju Kedaulatan Ekonomi

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Jumat, 29 Mei 2026 | 06:10 WIB
Wakil Menteri PKP RI Fahri Hamzah menjelaskan respons pemerintah terhadap kritik The Economist atas arah kebijakan ekonomi Indonesia dalam agenda transformasi menuju Indonesia Emas 2045 . (Instagram.com @fahrihamzah)
Wakil Menteri PKP RI Fahri Hamzah menjelaskan respons pemerintah terhadap kritik The Economist atas arah kebijakan ekonomi Indonesia dalam agenda transformasi menuju Indonesia Emas 2045 . (Instagram.com @fahrihamzah)

THE BOTTOM LINE:

  • Kritik The Economist memicu perdebatan soal arah ekonomi Indonesia, sementara Fahri Hamzah menilai strategi nasional fokus pada kedaulatan ekonomi
  • Prabowonomics disebut menjadi pendekatan baru untuk keluar dari middle income trap melalui hilirisasi, investasi SDM, dan penguatan negara
  • Pemerintah menilai stabilitas politik dan transformasi ekonomi menjadi fondasi penting menuju target Indonesia Emas 2045

BISNISNEWS.COM - Apakah kritik media Barat terhadap arah ekonomi Indonesia mencerminkan realitas terbaru di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto?

Mengapa strategi pembangunan yang menekankan intervensi negara justru dinilai sebagian kalangan sebagai peluang Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah?

Kritik The Economist dan Ujian Strategi Ekonomi Baru Indonesia

Majalah The Economist kembali menyoroti arah kebijakan Indonesia melalui dua artikel yang mempertanyakan strategi ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Kenaikan Dolar AS dan Dampaknya ke Desa, Jaya Suprana Ungkap Fakta Ekonomi yang Jarang Disadari Publik

Media tersebut menilai penguatan peran negara berpotensi mengaburkan disiplin fiskal dan menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas demokrasi nasional.

Namun, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI Fahri Hamzah menilai kritik itu harus dibaca secara kritis dalam konteks transformasi ekonomi Indonesia.

Ia menyebut narasi tersebut lahir dari pendekatan lama yang menilai pembangunan hanya melalui perspektif liberalisasi pasar.

Baca Juga: Rupiah Terus Tertekan, Didik J Rachbini Menilai Reformasi Institusi Jadi Kunci Penguatan Nilai Tukar Indonesia

Menurut Fahri Hamzah, Indonesia tengah merumuskan pendekatan pembangunan yang berpijak pada kebutuhan domestik dan mandat konstitusi.

Pandangan itu merujuk pada Pasal 33 UUD 1945 yang menegaskan pengelolaan sumber daya untuk kemakmuran rakyat.

Prabowonomics Menawarkan Jalan Keluar dari Middle Income Trap

Fahri Hamzah menyebut Indonesia menghadapi tantangan struktural yang telah berlangsung selama beberapa dekade.

Baca Juga: Rupiah Melemah, Didik J Rachbini Ungkap Pelajaran Era Habibie yang Relevan untuk Memulihkan Kepercayaan Pasar

Kontribusi manufaktur terhadap produk domestik bruto terus menghadapi tekanan, sementara ekspor komoditas mentah masih mendominasi struktur perdagangan nasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini