Kondisi ini dinilai menjadi salah satu penyebab Indonesia menghadapi ancaman middle-income trap.
Ia menegaskan strategi ekonomi baru diarahkan untuk membangun nilai tambah nasional melalui industrialisasi.
Menurut Fahri Hamzah, langkah itu bukan penolakan terhadap pasar, melainkan koreksi terhadap model pembangunan yang dinilai belum optimal.
Latar belakangnya, sejumlah media arus utama sebelumnya menyoroti perlunya hilirisasi mineral sebagai strategi meningkatkan daya saing nasional.
Kebijakan larangan ekspor bahan mentah pada era sebelumnya juga telah mendorong pertumbuhan investasi smelter.
Baca Juga: Dampak Pelemahan Rupiah Terhadap Daya Beli, Tekanan Dolar AS Kini Terasa Sampai Pasar Tradisional
Tiga Pilar Strategi Pembangunan yang Kini Diperkuat
Fahri Hamzah menjelaskan strategi pembangunan nasional bertumpu pada tiga pilar utama.
Pertama, investasi sumber daya manusia melalui program sosial seperti makan bergizi gratis dan perumahan rakyat.
Ia menilai program tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas produktivitas nasional.
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.600, Mampukah BI Kembalikan Kurs ke Rp16.500 Di Tengah Tekanan Dolar Global 2026
Kedua, konsolidasi aset strategis melalui pembentukan Danantara sebagai instrumen penguatan pembiayaan pembangunan nasional.
Menurutnya, model ini mengadopsi praktik korporasi investasi strategis yang diterapkan sejumlah negara Asia.
Ketiga, penguatan hilirisasi pada sektor mineral, pertanian, maritim, dan energi.
Artikel Terkait
Di Balik Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen, Apa Risiko Fiskal yang Mengancam Daya Tahan Ekonomi Indonesia
Dampak Pelemahan Rupiah Terhadap Daya Beli, Tekanan Dolar AS Kini Terasa Sampai Pasar Tradisional
Rupiah Dekati Rp18.000, Anthony Budiawan Ungkap Faktor Struktural Ekonomi yang Menjadi Pemicu Tekanan
Mengapa Rupiah Terus Melemah Menuju Rp18.000? Anthony Budiawan Soroti Defisit Transaksi Berjalan
Rupiah Tembus Rp17.600, Mampukah BI Kembalikan Kurs ke Rp16.500 Di Tengah Tekanan Dolar Global 2026
Rupiah Melemah Ke Rp17.600, Mengapa BITetap Optimistis Soal Stabilitas Nilai Tukar Indonesia Tahun Ini
Rupiah Terus Tertekan, Didik J Rachbini Menilai Reformasi Institusi Jadi Kunci Penguatan Nilai Tukar Indonesia
Rupiah Melemah, Didik J Rachbini Ungkap Pelajaran Era Habibie yang Relevan untuk Memulihkan Kepercayaan Pasar
Kenaikan Dolar AS dan Dampaknya ke Desa, Jaya Suprana Ungkap Fakta Ekonomi yang Jarang Disadari Publik
Fahri Hamzah Respons Kritik The Economist, Prabowonomics Jadi Kunci Indonesia Keluar dari Middle Income Trap