• Kamis, 4 Juni 2026

Rupiah Terus Tertekan, Didik J Rachbini Menilai Reformasi Institusi Jadi Kunci Penguatan Nilai Tukar Indonesia

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Rabu, 20 Mei 2026 | 05:35 WIB
Pelemahan rupiah menjadi momentum evaluasi kebijakan ekonomi menurut analisis terbaru Didik J Rachbini. ( Dok. Hallo.id/ Kreasi Dola AI)
Pelemahan rupiah menjadi momentum evaluasi kebijakan ekonomi menurut analisis terbaru Didik J Rachbini. ( Dok. Hallo.id/ Kreasi Dola AI)

THE BOTTOM LINE: 

  • Pelemahan rupiah dinilai terkait krisis kepercayaan pasar, Didik J Rachbini menilai reformasi institusi menjadi kunci pemulihan nilai tukar
  • Pengalaman pemulihan rupiah era Presiden B.J. Habibie menunjukkan kepercayaan publik mampu menguatkan rupiah secara signifikan
  • Deregulasi birokrasi dan reformasi investasi dinilai penting untuk memperkuat cadangan devisa dan menjaga stabilitas rupiah nasional

BISNISNEWS.COM - Mengapa rupiah terus tertekan meski fundamental ekonomi dinilai cukup terjaga?

Bisakah pengalaman pemulihan krisis era Presiden B.J. Habibie menjadi formula membalikkan arah nilai tukar saat ini?

Pelemahan Rupiah Cerminkan Krisis Kepercayaan Pasar Saat Ini

Nilai tukar rupiah yang terus melemah dinilai bukan semata persoalan teknis moneter, melainkan sinyal melemahnya kepercayaan pasar terhadap arah kebijakan ekonomi nasional.

Baca Juga: Di Balik Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen, Apa Risiko Fiskal yang Mengancam Daya Tahan Ekonomi Indonesia

Ekonom sekaligus Rektor Universitas Paramadina, Didik J Rachbini, menilai kondisi rupiah yang kini disebut undervalue mencerminkan persoalan ekonomi politik.

Menurut Didik J Rachbini, akar persoalan terletak pada trust pasar yang mulai tergerus sehingga arus modal keluar meningkat dan menekan stabilitas nilai tukar.

Ia menegaskan, pelemahan rupiah harus dibaca sebagai alarm bagi perlunya reformasi institusi yang konsisten dan terukur.

Baca Juga: Dampak Pelemahan Rupiah Terhadap Daya Beli, Tekanan Dolar AS Kini Terasa Sampai Pasar Tradisional

Background ini mengingatkan publik pada krisis moneter 1998 ketika gejolak rupiah sempat menyentuh Rp16.800 per Dolar AS.

Pengalaman Habibie Menjadi Acuan Pemulihan Nilai Tukar Nasional

Didik J Rachbini menyebut pengalaman pemerintahan Presiden B. J. Habibie layak menjadi rujukan kebijakan.

Ia mengatakan dirinya terlibat langsung dalam Tim Nasional Reformasi pada 1998 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 198 Tahun 1998.

Baca Juga: Rupiah Melemah Ke Rp17.600, Mengapa BITetap Optimistis Soal Stabilitas Nilai Tukar Indonesia Tahun Ini

Menurutnya, keberhasilan menurunkan kurs dari Rp16.800 menjadi sekitar Rp6.500 per Dolar AS ditopang pemulihan kepercayaan.

“Presiden Habibie memulihkan trust melalui komitmen reformasi institusi ekonomi dan demokratisasi secara nyata,” ujar Didik J Rachbini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Banny Rachman

Tags

Artikel Terkait

Terkini