• Kamis, 4 Juni 2026

Kode Amplop Nomor Satu dalam Sidang Bea Cukai Picu Sorotan Publik Terhadap Dugaan Suap Importasi

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Jumat, 29 Mei 2026 | 06:10 WIB
Kasus Blueray Cargo menjadi perhatian publik setelah sidang mengungkap dugaan aliran suap miliaran rupiah yang menyeret nama Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budi Utama (Dok. kemenkeu.go.id/ Kreasi Dola AI)
Kasus Blueray Cargo menjadi perhatian publik setelah sidang mengungkap dugaan aliran suap miliaran rupiah yang menyeret nama Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budi Utama (Dok. kemenkeu.go.id/ Kreasi Dola AI)

THE BOTTOM LINE:

  • Pertemuan Dirjen Bea Cukai dan pemilik Blueray Cargo di Hotel Borobudur terungkap dalam sidang dugaan suap importasi.
  • Jaksa KPK mengungkap kode amplop nomor satu diduga terkait aliran suap pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
  • Kasus suap importasi Blueray Cargo disebut bernilai Rp61,3 miliar dan melibatkan fasilitas barang mewah Rp1,8 miliar.

BISNSINEWS.COM - Apakah pertemuan tertutup pejabat Bea Cukai dan pemilik korporasi logistik di hotel berbintang berkaitan dengan dugaan suap importasi miliaran rupiah?

Mengapa kode amplop “1” yang disebut dalam persidangan kini menyeret perhatian publik kepada pucuk pimpinan Direktorat Jenderal Bea Cukai?

Pertemuan Hotel Borobudur dan Kode Amplop Suap Guncang Sidang Bea Cukai

Sidang dugaan suap importasi barang di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali membuka fakta baru yang menyita perhatian publik.

Baca Juga: Forum Bisnis Indonesia - Singapura Bahas Peluang Investasi dan Regulasi Ekonomi Regional Asia Tenggara

Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya pertemuan antara Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budi Utama, dengan pemilik Blueray Cargo, John Field.

Fakta tersebut disampaikan dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (20/05/2026).

Pertemuan Tertutup Hotel Borobudur Jadi Sorotan Persidangan Dugaan Suap Importasi

Jaksa KPK menghadirkan Orlando Hamonangan Sianipar alias Ocoy sebagai saksi dalam perkara dugaan suap importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Baca Juga: Prabowo Perketat Pengawasan Ekspor Sawit dan Batu Bara, Apa Dampaknya Bagi Ekonomi Nasional Tahun Ini

Ocoy diketahui menjabat Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Dalam persidangan, Ocoy mengaku hanya menjalankan perintah untuk menghubungi John Field terkait agenda pertemuan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

“Saya dapat perintah saja hubungi John, ada pertemuan di Hotel Borobudur,” kata Ocoy di hadapan majelis hakim.

Baca Juga: Kejari Karawang Bongkar Dugaan Korupsi KPR BTN, 91 Saksi Diperiksa dan Tersangka Segera Ditetapkan Resmi

Jaksa kemudian mengungkap pertemuan tersebut dihadiri Djaka Budi Utama, mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC Rizal, serta John Field.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini