THE BOTTOM LINE:
- Forum bisnis Indonesia-Singapura membahas peluang investasi, kesiapan regulasi, dan strategi adaptasi ekosistem bisnis nasional.
- Kolaborasi lintas organisasi dinilai penting memperkuat jejaring korporasi dan membuka akses pasar Asia Tenggara lebih luas.
- PSMTI, SBF, dan The Law Society of Singapore dorong sinergi bisnis menghadapi tantangan regulasi ekonomi regional.
BISNISNEWS.COM - Mampukah Indonesia menjadi magnet investasi baru Asia Tenggara di tengah ketidakpastian regulasi regional yang terus berubah cepat?
Mengapa forum bisnis Indonesia-Singapura kini fokus membahas kesiapan regulasi sebelum peluang investasi regional benar-benar dimanfaatkan maksimal?
Forum Bisnis Regional Dorong Kesiapan Regulasi Investasi Indonesia Modern
Forum “Business Networking Session: Indonesia’s Business Ecosystem: Opportunities, Challenges & Regulatory Readiness” mempertemukan pelaku usaha Indonesia dan Singapura pada Rabu (20/5/2026).
Agenda tersebut digelar melalui kolaborasi Singapore Business Federation, The Law Society of Singapore, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), dan Yayasan Tarumanagara untuk memperkuat jejaring korporasi regional.
Forum membahas peluang investasi, tantangan bisnis, serta kesiapan regulasi Indonesia menghadapi dinamika ekonomi Asia Tenggara yang semakin kompetitif sepanjang 2026.
PSMTI Nilai Kepastian Regulasi Penting Menarik Investor Regional Strategis
Sekretaris Umum PSMTI Peng Suyoto menyatakan kesiapan regulasi menjadi faktor penting meningkatkan daya tarik investasi dan memperkuat kepercayaan pelaku usaha regional.
Peng Suyoto menyampaikan pandangan tersebut melalui sambungan video daring di hadapan delegasi bisnis Indonesia dan Singapura yang menghadiri forum jejaring tersebut.
Menurutnya, sinergi lintas organisasi dan keterbukaan komunikasi menjadi modal penting menghadapi tantangan ekonomi serta perubahan kebijakan bisnis kawasan Asia Tenggara.
Delegasi Singapura dan Indonesia Perkuat Jejaring Korporasi Lintas Negara Regional
Dari pihak Singapore Business Federation hadir Koordinator Antar Negara SBF Syamasudin Bin Abubakar bersama delegasi The Law Society of Singapore dipimpin Prof Tan Cheng Han.
Sementara itu, PSMTI menghadirkan sejumlah pengurus pusat, termasuk Ketua Harian II Djoni Toat dan Ketua Yayasan Tarumanagara Prof Ariawan Gunadi.
Artikel Terkait
Mengapa Kenaikan Dolar AS Tetap Menekan Warga Desa, Satire Jaya Suprana Menjawab Fakta Ekonomi Indonesia
Dampak Kenaikan Dolar AS Pada Desa Jadi Sorotan, Satire Jaya Suprana Buka Perspektif Baru Ekonomi
Rekor Baru Cadangan Beras Nasional 5,37 Juta Ton, Angka Ini Penting Bagi Stabilitas Harga Pangan
Anggaran MBG Dipangkas Jadi Rp268 Triliun, Apa Strategi Pemerintah Menjaga Efektivitas Program
Pemerintah Pangkas Anggaran MBG 2026, Mengapa Efisiensi Jadi Kunci Keberlanjutan Program Unggulan Nasional
Prabowo Siapkan Tata Kelola Ekspor Sawit dan Tambang, Bisakah Danantara Tutup Devisa Bocor 150 M Dolar AS
DSDI Danantara Mulai Awasi Ekspor SDA Demi Cegah Potensi Uang Gelap Perdagangan Komoditas Strategis
Prabowo Siapkan Tata Kelola Ekspor Sawit dan Tambang, Bisakah Danantara Tutup Devisa Bocor 150 M Dolar AS
Kejari Karawang Bongkar Dugaan Korupsi KPR BTN, 91 Saksi Diperiksa dan Tersangka Segera Ditetapkan Resmi
Prabowo Perketat Pengawasan Ekspor Sawit dan Batu Bara, Apa Dampaknya Bagi Ekonomi Nasional Tahun Ini