THE BOTTOM LINE:
- Oei Iming Wijaya kembali dipercaya memimpin PSMTI Sulawesi Barat periode 2026-2030 lewat Musprov di Mamuju yang menegaskan konsolidasi organisasi
- PSMTI Sulbar menargetkan penguatan aksi sosial, harmoni antaretnis, dan dukungan pembangunan daerah sebagai agenda prioritas lima tahun
- Musprov menjadi momentum strategis memperkuat peran warga Tionghoa di Sulawesi Barat dalam kontribusi sosial dan integrasi kebangsaan
BISNISNEWS.COM - Mengapa kepemimpinan organisasi sosial berbasis komunitas tetap relevan di tengah perubahan sosial yang cepat?
Apa makna terpilihnya kembali Oei Iming Wijaya bagi arah penguatan harmoni sosial dan kontribusi warga Tionghoa di Sulawesi Barat?
Oei Iming Wijaya Kembali Pimpin PSMTI Sulbar, Fokus Perkuat Harmoni Sosial Dan Sinergi Pembangunan Daerah
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia atau PSMTI Provinsi Sulawesi Barat kembali menegaskan konsolidasi organisasi melalui Musyawarah Provinsi di Mamuju, Jumat, 16/05/2025.
Forum yang berlangsung di Grand Hotel D'Maleo & Convention Mamuju itu menjadi agenda strategis untuk evaluasi kepengurusan dan penetapan arah organisasi periode berikutnya.
Dalam forum tersebut, Oei Iming Wijaya kembali terpilih sebagai Ketua PSMTI Sulawesi Barat untuk masa bakti 2026-2030 melalui mekanisme musyawarah internal.
Oei Iming Wijaya, Ketua Terpilih PSMTI Provinsi Sulawesi Barat, menyatakan amanah tersebut menjadi tanggung jawab besar untuk memperkuat peran sosial organisasi.
Menurutnya, keberlanjutan program sosial dan penguatan kebersamaan antarelemen masyarakat menjadi prioritas utama kepengurusan mendatang.
Kepemimpinan Baru Menjawab Tantangan Integrasi dan Kebersamaan Daerah
Terpilihnya kembali Oei Iming Wijaya mendapat dukungan peserta Musprov yang berasal dari sejumlah kabupaten di Sulawesi Barat.
Dukungan itu mencerminkan kepercayaan terhadap kesinambungan program yang sebelumnya telah dijalankan organisasi di berbagai bidang sosial kemasyarakatan.
Oei Iming Wijaya menegaskan PSMTI Sulbar akan meningkatkan kegiatan sosial yang menyasar seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang.
Artikel Terkait
Pencabutan Izin 28 Korporasi Sumatera, CBA Minta Langkah Hukum Polri dalam Dugaan Bencana Ekologis
Krisis Reputasi Ancam Korporasi, Respons Dua Jam Pertama Jadi Penentu Utama Tangani Isu Viral Medsos
Pelemahan Rupiah Bikin Harga di Desa Naik Meski Warga Tak Pernah Bertransaksi Dolar AS Secara Langsung
Harga Minyak Dunia Tembus 110 Dolar AS Setelah Serangan Drone UEA, Apa Dampaknya Bagi Stabilitas Energi
Rupiah Melemah ke Rp17.500 Per Dolar AS, Seberapa Besar Ancaman Kenaikan Harga Bagi Ekonomi Saat Ini
IHSG Tertekan Usai MSCI Rebalancing, Pasar Modal Masih Rentan Terhadap Tekanan Global dan Foreign Outflow
Danantara Beli Saham GoTo, DPR Soroti Langkah Investasi Digital di Tengah Ketidakpastian Pasar Modal
IHSG Mei 2026 Ungkap Kerentanan Pasar Modal, Seberapa Kuat Ketahanan Finansial Hadapi Guncangan Global
Fiskal Indonesia Disorot, Rasio Penerimaan Negara Turun Saat Pemerintah Optimis Hadapi Tekanan Utang
Panda Bond dan Fiskal Indonesia, Apa Makna Di Balik Narasi Keuangan Negara Kuat di Tengah Lonjakan Utang