• Kamis, 4 Juni 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.500 Per Dolar AS, Seberapa Besar Ancaman Kenaikan Harga Bagi Ekonomi Saat Ini

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Senin, 18 Mei 2026 | 12:48 WIB
Nilai tukar rupiah melemah lewati Rp17.500 per Dolar AS di tengah ketegangan global, memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi nasional. (Dok. Kreasi Dola AI) (Dok. Kreasi Dola AI)
Nilai tukar rupiah melemah lewati Rp17.500 per Dolar AS di tengah ketegangan global, memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi nasional. (Dok. Kreasi Dola AI) (Dok. Kreasi Dola AI)

THE BOTTOM LINE:

  • Pelemahan rupiah ke kisaran Rp17.500 per Dolar AS dipicu tekanan global dan domestik, berpotensi menekan stabilitas ekonomi nasional
  • Konflik Timur Tengah memperkuat permintaan Dolar AS sebagai aset aman, memicu 
  • Penguatan sektor domestik dan perlindungan kelompok rentan dinilai penting menjaga ketahanan ekonomi nasional

BISNISNEWS.COM - Apakah pelemahan rupiah menuju Rp17.400 per Dolar AS menjadi sinyal ancaman baru bagi harga kebutuhan pokok?

Bisakah gejolak konflik Timur Tengah memicu efek domino yang langsung terasa di dompet masyarakat Indonesia dalam beberapa bulan mendatang?

Rupiah Tertekan, Alarm Ekonomi Rumah Tangga Makin Nyata

Nilai tukar rupiah kembali berada dalam tekanan dan bergerak di kisaran Rp17.500 per Dolar AS di tengah memanasnya konflik Timur Tengah.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Tembus 110 Dolar AS Setelah Serangan Drone UEA, Apa Dampaknya Bagi Stabilitas Energi

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran baru terhadap stabilitas ekonomi domestik, terutama setelah tren pelemahan rupiah berulang dalam hampir tiga dekade terakhir.

Akademisi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, Rijadh Djatu Winardi, S.E., M.Sc., Ph.D, menyebut tekanan saat ini sebagai akumulasi berbagai faktor global dan domestik.

Menurut Rijadh, situasi tersebut mencerminkan fenomena perfect storm ketika beberapa tekanan ekonomi muncul bersamaan dan saling memperkuat.

Baca Juga: Pelemahan Rupiah Bikin Harga di Desa Naik Meski Warga Tak Pernah Bertransaksi Dolar AS Secara Langsung

Ia menjelaskan ketegangan geopolitik global mendorong investor mengalihkan aset menuju Dolar AS sebagai instrumen lindung nilai paling aman.

Laporan berbagai media arus utama sebelumnya juga menunjukkan pola serupa saat ketidakpastian global meningkat, termasuk ketika gejolak energi dan konflik kawasan memicu penguatan mata uang Amerika.

Inflasi Impor Berpotensi Menekan Harga Kebutuhan Masyarakat

Pelemahan rupiah dinilai memiliki dampak langsung terhadap harga barang yang dikonsumsi masyarakat melalui mekanisme inflasi impor.

Baca Juga: Krisis Reputasi Ancam Korporasi, Respons Dua Jam Pertama Jadi Penentu Utama Tangani Isu Viral Medsos

Rijadh menjelaskan korporasi yang bergantung pada bahan baku impor akan menghadapi lonjakan biaya produksi dalam denominasi rupiah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Banny Rachman

Tags

Artikel Terkait

Terkini