Strategi Bank Indonesia Menjaga Stabilitas dan Pertumbuhan Nasional
Dikutip dari laman resmi Ugm.ac.id, Rijadh menilai Bank Indonesia menghadapi dilema besar antara menjaga stabilitas nilai tukar dan mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, menjaga suku bunga tetap kompetitif penting agar aktivitas ekonomi dan pembiayaan domestik tetap bergerak.
Di sisi lain, stabilitas rupiah tetap menjadi prioritas untuk menahan gejolak pasar keuangan.
“Pendekatan ini menurut saya cukup rasional, karena mencoba menjaga keseimbangan antara stabilitas makro dan momentum pertumbuhan ekonomi domestik,” katanya.
Ia menekankan disiplin fiskal, penguatan sektor domestik, dan pengurangan ketergantungan impor pangan serta energi harus menjadi agenda utama.
Rijadh juga menilai momentum ini dapat dimanfaatkan untuk mendorong ekspor sekaligus memperkuat perlindungan sosial bagi kelompok rentan.****
Artikel Terkait
Kepergian Elon Musk ke Tiongkok Saat Sidang OpenAI Picu Sorotan Hukum Baru di Tengah Perseteruan Panjang
Kasus PT AKT Memanas, Kejagung Tahan Pemilik PT CBU Usai Dugaan Manipulasi Dokumen Ekspor Batu Bara
Kontainer Misterius dì Tanjung Mas Disita KPK, Apa Kaitannya dengan Kasus Korupsi Importasi Ditjen Bea Cukai
Prabowo Minta Publik Tetap Tenang Saat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,61 Persen Jadi Sinyal Ketahanan Nasional Hadapi Tekanan Global
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen, Pernyataan Prabowo Soal Fundamental Kuat Jadi Sorotan Di Tengah Gejolak Dunia
CBA Soroti Kasus 28 Korporasi Sumatera, Akankah Polri Buka Progres Pengusutan Dugaan Kerusakan Lingkungan
Pencabutan Izin 28 Korporasi Sumatera, CBA Minta Langkah Hukum Polri dalam Dugaan Bencana Ekologis
Krisis Reputasi Ancam Korporasi, Respons Dua Jam Pertama Jadi Penentu Utama Tangani Isu Viral Medsos
Pelemahan Rupiah Bikin Harga di Desa Naik Meski Warga Tak Pernah Bertransaksi Dolar AS Secara Langsung
Harga Minyak Dunia Tembus 110 Dolar AS Setelah Serangan Drone UEA, Apa Dampaknya Bagi Stabilitas Energi