THE BOTTOM LINE:
- Kasus rekening BCA Rp160 juta raib di Tasikmalaya memicu sorotan publik terhadap keamanan mobile banking nasional.
- Korporasi perbankan menyebut dugaan akses ilegal berasal dari pihak luar tanpa indikasi kebocoran sistem internal.
- DPRD Kota Tasikmalaya meminta penyelesaian transparan dan perlindungan maksimal terhadap konsumen layanan digital perbankan.
BISNISNEWS.COM - Apakah sistem keamanan mobile banking benar-benar mampu melindungi dana nasabah dari modus penipuan digital terbaru?
Mengapa kasus kehilangan saldo Rp160 juta di rekening BCA Tasikmalaya kini ikut menyeret perhatian DPRD dan memicu kekhawatiran publik?
Nasabah BCA Tasikmalaya Kehilangan Rp160 Juta, DPRD Soroti Keamanan Mobile Banking
Kasus dugaan peretasan rekening mobile banking milik nasabah BCA di Kota Tasikmalaya kembali menjadi perhatian publik setelah korban mengaku kehilangan dana hingga Rp160 juta.
Kasus tersebut kini memasuki pembahasan bersama Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya setelah korban meminta tanggung jawab dari korporasi perbankan terkait keamanan layanan digital.
Sebelumnya, korban bernama Endang Abdul Komarudin melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tasikmalaya Kota melalui Surat Tanda Bukti Pengaduan bernomor STP/219/IV/2026/SAT RESKRIM.
Korban mengaku menjadi sasaran penipuan digital bermodus telepon dan video call yang mengatasnamakan petugas kecamatan serta Dukcapil Kota Tasikmalaya.
Dalam komunikasi tersebut, korban diarahkan melakukan verifikasi melalui aplikasi BCA Mobile hingga memasukkan PIN dan sejumlah data rekening pribadi.
Sorotan DPRD Terhadap Keamanan Layanan Mobile Banking Digital Nasional
Audiensi antara korban, pihak korporasi perbankan, Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, dan Gibas Resort Kota Tasikmalaya berlangsung pada Kamis (21/05/2026).
Ketua Gibas Resort Kota Tasikmalaya, Agus Ridwan, mengatakan korban tidak merasa melakukan transaksi sebelum dana di rekeningnya berkurang drastis.
Baca Juga: Rupiah Terus Melemah, Pakar Unair Ungkap Strategi Aman Menjaga Keuangan Keluarga Produktif Indonesia
"Korban tidak merasa melakukan transaksi apa pun, tetapi saldo di rekeningnya berkurang hingga Rp160 juta," ujar Agus Ridwan.
Artikel Terkait
Rp100 Miliar APBN untuk Sapi Presiden Prabowo Jadi Sorotan Publik Jelang Distribusi Kurban Nasional Tahun Ini
Pemerintah Tunda Ekspor Lewat Danantara Hingga 2027 Demi Stabilitas Devisa dan Perdagangan Nasional
Gunung Bromo Ditutup Total Mulai 30 Mei 2026 Saat Ritual Suci Yadnya Kasada yang Digelar Masyarakat Tengger
Rupiah Tembus Rp17.800 per Dolar AS Meski BI Rate Naik, Pasar Mulai Khawatir Dampak Ekonomi Nasional
Purbaya Heran Rupiah Nyaris Rp17.800 per Dolar AS Meski Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat Stabil
300 Titik Tambang Emas Ilegal Sumbar Bertahan Karena Cadangan Aluvial Dinilai Masih Sangat Melimpah
BlackRock Ungkap Investor Global Kini Fokus Buru Korporasi Tambang Jumbo Demi Stabilitas Investasi Jangka Panjang
Rupiah Terus Melemah, Pakar Unair Ungkap Strategi Aman Menjaga Keuangan Keluarga Produktif Indonesia
Airlangga Dorong Smart Technology Hebei Demi Percepat Investasi Industri Modern Berkelanjutan dan Kompetitif
Paskibraka Sulsel Viral, BPIP Tegaskan Seleksi Nasional Objektif Meski Isu Diskriminasi Ramai Diperdebatkan