THE BOTTOM LINE:
- Rupiah sempat menyentuh Rp17.900 per Dolar AS saat kekhawatiran resesi global kembali meningkat di pasar internasional.
- Bank internasional mulai menawarkan kurs jual mendekati Rp18.000 kepada nasabah korporasi besar nasional.
- Pelemahan rupiah memicu kekhawatiran kenaikan harga impor dan tekanan biaya operasional berbagai sektor industri domestik.
BISNISNEWS.COM - Nilai tukar rupiah sempat menyentuh level Rp17.900 per Dolar AS pada perdagangan Kamis, 28/05/2026, sebelum kembali bergerak fluktuatif menjelang penutupan pasar.
Pelemahan rupiah menjadi perhatian pelaku pasar setelah sejumlah bank internasional mulai menawarkan kurs jual mendekati Rp18.000 kepada nasabah korporasi besar.
Tekanan terhadap rupiah muncul ketika kekhawatiran resesi global meningkat bersamaan dengan ketidakpastian arah suku bunga bank sentral Amerika Serikat.
Baca Juga: Pemerintah Perkuat Kerja Sama Hebei Tiongkok Demi Dorong Investasi Smart Technology dan Industri
Survei perbankan internasional juga menunjukkan sebagian konglomerat mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap perlambatan ekonomi global yang berpotensi menekan investasi.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran baru terhadap kenaikan harga impor, biaya produksi, dan tekanan inflasi domestik dalam beberapa bulan mendatang.
Bank Internasional Mulai Menjual Dolar AS Dekati Level Rp18.000
Sejumlah bank internasional dilaporkan menawarkan kurs jual Dolar AS mendekati Rp18.000 ketika permintaan valuta asing meningkat dari nasabah korporasi besar.
Baca Juga: MSCI Bekukan Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk GOTO, Investor Pasar Modal Mulai Menghitung Dampaknya
Pergerakan kurs tersebut memperlihatkan tingginya kebutuhan lindung nilai korporasi di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung.
Tekanan eksternal masih menjadi faktor dominan pelemahan rupiah dalam perdagangan terbaru.
Pasar sedang mencari aset aman karena kekhawatiran resesi global kembali meningkat.
Baca Juga: Rupiah Melemah, Warga Desa Ikut Menanggung Dampak Kenaikan Dolar AS Pada Harga Kebutuhan Mereka
Penguatan indeks Dolar AS ikut memberikan tekanan tambahan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Artikel Terkait
Saham CMNP dan BHIT Bergerak Berlawanan Usai Kemenangan Gugatan Jusuf Hamka Atas Hary Tanoe
Rupiah Melemah, Warga Desa Ikut Menanggung Dampak Kenaikan Dolar AS Pada Harga Kebutuhan Mereka
BI Ungkap Fakta Terbaru Utang Luar Negeri dan Dampaknya Bagi Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Jaya Suprana Jelaskan Mengapa Kenaikan Dolar AS Tetap Berpengaruh Pada Daya Beli Warga Desa Indonesia
Kritik The Economist pada Indonesia, Fahri Hamzah Jelaskan Strategi Prabowonomics Menuju Kedaulatan Ekonomi
Kode Amplop Nomor Satu dalam Sidang Bea Cukai Picu Sorotan Publik Terhadap Dugaan Suap Importasi
Paskibraka Sulsel Viral, BPIP Tegaskan Seleksi Nasional Objektif Meski Isu Diskriminasi Ramai Diperdebatkan
Nasabah BCA Tasikmalaya Kehilangan Rp160 Juta, DPRD Soroti Dugaan Akses Ilegal Mobile Banking dari Pihak Luar
MSCI Bekukan Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk GOTO, Investor Pasar Modal Mulai Menghitung Dampaknya
Pemerintah Perkuat Kerja Sama Hebei Tiongkok Demi Dorong Investasi Smart Technology dan Industri