THE BOTTOM LINE:
- BRI memperluas layanan money changer untuk memudahkan transaksi valas resmi di bandara, pelabuhan, dan perbatasan.
- Nasabah kini dapat menukar 20 mata uang asing utama dengan nilai tukar kompetitif dan layanan terintegrasi.
- Kehadiran BRI Money Changer mendukung kebutuhan perjalanan internasional serta aktivitas ekonomi lintas negara.
BISNISNEWS.COM - Pernah kesulitan mencari tempat penukaran valuta asing resmi saat hendak terbang ke luar negeri?
Mengapa akses layanan valas yang cepat dan aman kini menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat yang semakin aktif melakukan perjalanan internasional dan bisnis lintas negara?
BRI Hadirkan Akses Valas Resmi di Titik Strategis Nasional
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memperluas layanan money changer dengan mengoperasikan gerai penukaran valuta asing di sejumlah lokasi strategis Indonesia.
Baca Juga: Mengapa Rupiah Terus Melemah Saat Inflasi Terkendali, Ini Penjelasan Ekonom Mengenai Kondisi Ekonomi
Langkah tersebut dilakukan untuk menjawab meningkatnya kebutuhan transaksi internasional yang membutuhkan layanan valas resmi, aman, dan mudah dijangkau masyarakat.
Saat ini layanan BRI Money Changer telah beroperasi di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Bandara Ngurah Rai Bali, Bandara Juanda Surabaya, Pelabuhan Bandar Bintan Telani, serta PLBN Motaain Nusa Tenggara Timur.
Layani Dua Puluh Mata Uang Asing untuk Berbagai Keperluan
Melalui layanan tersebut, BRI menyediakan penukaran 20 mata uang asing utama yang banyak digunakan dalam aktivitas perjalanan maupun perdagangan internasional.
Mata uang yang tersedia antara lain Dolar AS, Euro, Dolar Singapura, Yen Jepang, Poundsterling Inggris, Riyal Arab Saudi, hingga Yuan Tiongkok.
Ketersediaan berbagai mata uang tersebut memberikan fleksibilitas bagi nasabah yang memiliki kebutuhan perjalanan, pendidikan, maupun bisnis ke berbagai negara.
Strategi BRI Mempermudah Transaksi Internasional Nasabah
Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan pengembangan layanan money changer merupakan bagian dari komitmen korporasi dalam meningkatkan akses transaksi valuta asing.
"Pengembangan layanan ini merupakan wujud nyata BRI dalam mempermudah nasabah dengan menghadirkan solusi transaksi valas yang praktis tepat di titik keberangkatan maupun kedatangan," ujar Dhanny.
Artikel Terkait
BI Rate Naik Tetapi Rupiah Melemah ke Rp17.800 per Dolar AS, Investor Soroti Risiko Ekonomi Indonesia
Dolar AS Dekati Rp18.000, Tekanan Rupiah Bikin Pelaku Usaha Nasional Mulai Tingkatkan Kewaspadaan Finansial
Kasus PT Musim Mas Jadi Sorotan, Transparansi Penegakan Hukum Lingkungan Sawit Dipertanyakan Publik
Kejagung Selidiki Dugaan Manipulasi Ekspor Sawit Wilmar dan Musim Mas, Begini Respons Resmi Korporasi
Harga TBS Sawit Turun, Pemerintah Ancam Cabut Izin PKS Nakal Jika Langgar Ketentuan Harga Nasional
Wamentan Sudaryono Pastikan Ekspor Sawit Tetap Normal Meski Harga TBS Sempat Bergejolak di Berbagai Daerah
Rupiah Jadi Penyangga Tekanan Ekonomi Nasional, Ekonom Ungkap Penyebab Pelemahan Kurs yang Terjadi Saat Ini
Mengapa Rupiah Terus Melemah Saat Inflasi Terkendali, Ini Penjelasan Ekonom Mengenai Kondisi Ekonomi
Warga Pulau Obi Laporkan Harita Group ke Jakarta Usai Banjir Tambang Nikel Terus Berulang Setiap Bulan
Belajar adalah Seperti Sebuah Perahu Kecil yang Melawan Arus, Kalau Tidak Maju, Berarti Mundur