THE BOTTOM LINE:
- Gunung Bromo ditutup total mulai Jumat, 30/05/2026, demi kelancaran ritual sakral Yadnya Kasada masyarakat Tengger.
- Penutupan kawasan wisata Bromo diperkirakan berdampak pada jadwal perjalanan wisatawan domestik dan mancanegara.
- Ritual Yadnya Kasada kembali menjadi sorotan karena memadukan tradisi budaya, spiritualitas, dan konservasi kawasan nasional.
BISNISNEWS.COM - Apakah penutupan total Gunung Bromo selama ritual Yadnya Kasada 2026 akan memengaruhi ribuan wisatawan yang telah memesan perjalanan sejak jauh hari?
Mengapa ritual sakral masyarakat Tengger ini justru menjadi momentum penting menjaga keseimbangan budaya, spiritualitas, dan konservasi kawasan wisata nasional?
Gunung Bromo Ditutup Total Saat Yadnya Kasada, Wisatawan Diminta Atur Ulang Perjalanan
Kawasan wisata Gunung Bromo akan ditutup total mulai Jumat (30/05/2026) untuk mendukung pelaksanaan ritual Yadnya Kasada masyarakat Tengger di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Baca Juga: Pemerintah Tunda Ekspor Lewat Danantara Hingga 2027 Demi Stabilitas Devisa dan Perdagangan Nasional
Penutupan ini berlaku untuk seluruh akses wisata menuju lautan pasir dan kawah Bromo, termasuk jalur dari Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (FNBTS) Rudijanta Tjahja Nugraha menyatakan penutupan dilakukan demi menjaga kekhusyukan ritual adat tahunan yang menjadi tradisi penting masyarakat Tengger.
“Penutupan dilakukan untuk menghormati pelaksanaan Yadnya Kasada dan menjaga kelancaran kegiatan masyarakat adat Tengger,” ujar Rudijanta Tjahja Nugrahadalam keterangannya.
Ritual Yadnya Kasada merupakan tradisi sakral masyarakat Tengger yang rutin digelar setiap tahun dengan membawa sesaji ke kawah Gunung Bromo sebagai bentuk syukur dan penghormatan leluhur.
Ribuan Wisatawan Diperkirakan Terdampak Selama Penutupan Kawasan Wisata Bromo
Penutupan total Gunung Bromo diperkirakan berdampak terhadap aktivitas wisatawan domestik maupun mancanegara yang telah merencanakan kunjungan akhir pekan panjang akhir Mei 2026.
Operator jeep wisata, pelaku usaha homestay, hingga penyedia jasa perjalanan di kawasan Bromo juga mulai menyesuaikan jadwal layanan selama masa penutupan berlangsung.
Balai Besar TNBTS meminta wisatawan memantau pengumuman resmi sebelum melakukan perjalanan menuju kawasan wisata Gunung Bromo untuk menghindari pembatalan mendadak.
Artikel Terkait
Seleksi Ketat P3MD Saring 6.000 Peserta Jadi Pemimpin Masa Depan BUMN Pilihan Pemerintah Indonesia
Konflik Agraria Sawit Ketapang dan Jambi Kembali Memicu Sorotan Nasional Terhadap Tata Kelola Perkebunan
Indonesia Dorong Akses Pasar Tiongkok Demi Perkuat Ekspor Pertanian pada Forum Perdagangan APEC 2026
Diplomasi Dagang Indonesia dngan Tiongkok Fokus Perkuat Rantai Pasok Global Strategis Nasional Tahun 2026
Distribusi Dapur MBG Jadi Sorotan Setelah Daerah Rawan Pangan Minim Fasilitas SPPG Pemerintah Nasional
Diskusi Paramadina Bahas Kritik The Economist Terhadap Demokrasi dan Stabilitas Ekonomi Indonesia Terkini
The Economist Soroti Risiko Ekonomi, Akademisi Paramadina Ingatkan Pentingnya Pulihkan Kepercayaan Publik
Kemendag Bocorkan Lima Fokus Revisi E-Commerce untuk Lindungi UMKM dan Konsumen Digital Indonesia
Rp100 Miliar APBN untuk Sapi Presiden Prabowo Jadi Sorotan Publik Jelang Distribusi Kurban Nasional Tahun Ini
Pemerintah Tunda Ekspor Lewat Danantara Hingga 2027 Demi Stabilitas Devisa dan Perdagangan Nasional