• Kamis, 4 Juni 2026

Siswi Makassar Gagal Paskibraka Meski Nilai Tinggi, Transparansi Seleksi Kini Jadi Sorotan Publik Nasional

Photo Author
Budi Purnomo, Bisnisnews.com
- Selasa, 26 Mei 2026 | 09:27 WIB
Siswi Makassar Cathlyn Yvaine Lesmana gagal lolos Paskibraka meski memiliki nilai tinggi, memicu polemik transparansi seleksi dan perhatian publik nasional tahun 2026.   (Instagram.com @cathlynlesmana)
Siswi Makassar Cathlyn Yvaine Lesmana gagal lolos Paskibraka meski memiliki nilai tinggi, memicu polemik transparansi seleksi dan perhatian publik nasional tahun 2026. (Instagram.com @cathlynlesmana)


THE BOTTOM LINE:

  • Polemik seleksi Paskibraka Makassar viral setelah siswi bernilai tinggi gagal lolos tahapan akhir seleksi resmi.
  • Wali Kota Makassar meminta proses seleksi Paskibraka dilakukan objektif, transparan, dan bebas penilaian nonteknis peserta.
  • Ketua Purna Paskibra Makassar menegaskan nasionalisme peserta tidak ditentukan etnis maupun latar belakang keluarga tertentu.

BISNISNEWS.COM - Bagaimana siswi dengan nilai tinggi bisa gagal lolos seleksi Paskibraka Makassar tahun ini?

Apakah polemik ini menjadi sinyal perlunya evaluasi besar terhadap sistem seleksi Paskibraka yang selama ini dianggap tertutup publik?

Polemik Seleksi Paskibraka Makassar Memicu Reaksi Publik Semakin Luas

Polemik seleksi Paskibraka Makassar menjadi perhatian publik setelah seorang siswi dikabarkan gagal lolos meski memiliki nilai tinggi dalam tahapan seleksi.

Baca Juga: Startup Tiongkok Luncurkan Kalung AI Penerjemah Suara Kucing, Bisakah Teknologi Ini Memahami Emosi Hewan

Cathlyn Yvaine Lesmana, siswi asal Makassar gagal menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional.

Nama Cathlyn tidak ada dalam daftar yang akan berangkat ke Istana Negara, padahal, nilainya dalam seleksi di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) masuk tiga besar.

Informasi tersebut viral di media sosial dan memicu perdebatan mengenai transparansi, objektivitas, serta standar penilaian peserta Paskibraka tingkat daerah.

Baca Juga: Prabowo Siapkan 400 Calon Pemimpin BUMN Lewat Program P3MD Untuk Perkuat Transformasi Korporasi Negara

Kasus ini menjadi sorotan karena Paskibraka dianggap sebagai simbol pembinaan karakter, disiplin, dan nasionalisme generasi muda Indonesia.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengaku prihatin terhadap polemik tersebut dan meminta proses seleksi dilakukan secara objektif serta profesional.

Munafri Arifuddin selaku Wali Kota Makassar menilai seluruh peserta harus memperoleh kesempatan yang sama tanpa diskriminasi maupun penilaian nonteknis.

Baca Juga: Wagub Sumsel Dorong Investasi Tiongkok Masuk Sumatera Selatan Lewat Forum Pertukaran Politik dan Bisnis

Ketua Paskibra Makassar Tegaskan Nasionalisme Bukan Soal Identitas Etnis

Ketua Purna Paskibra Makassar Muhammad Fahmi memberikan penjelasan setelah isu tersebut berkembang luas dan memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Ia menegaskan nasionalisme peserta tidak ditentukan oleh etnis, latar belakang keluarga, maupun identitas tertentu yang melekat pada peserta seleksi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini