• Kamis, 4 Juni 2026

Muhammadiyah Terapkan Budaya Hidup Hemat, Penggunaan Mobil Diesel dan AC Mulai Dibatasi Bertahap

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Senin, 11 Mei 2026 | 14:33 WIB
Sekretaris PP Muhammadiyah Muhammad Izzul Muslimin mulai menerapkan penghematan listrik dan pembatasan mobil diesel untuk menekan biaya operasional organisasi pusat nasional. (Dok. muhammadiyah.or.id)
Sekretaris PP Muhammadiyah Muhammad Izzul Muslimin mulai menerapkan penghematan listrik dan pembatasan mobil diesel untuk menekan biaya operasional organisasi pusat nasional. (Dok. muhammadiyah.or.id)

THE BOTTOM LINE:

  • Muhammadiyah mulai membatasi mobil diesel dan mengatur penggunaan AC demi efisiensi energi berkelanjutan organisasi.
  • Tagihan listrik kantor pusat Muhammadiyah mencapai Rp39 juta pada November 2025 akibat tingginya penggunaan pendingin ruangan.
  • PP Muhammadiyah menegaskan budaya hidup hemat berbasis konsep qana’ah sebagai bagian ajaran Islam modern dan produktif.

BISNISNEWS.COM - Apakah penghematan listrik dan BBM kini menjadi budaya baru organisasi besar keagamaan di Indonesia?

Bisakah langkah efisiensi Muhammadiyah menjadi contoh gaya hidup hemat modern saat harga energi dan ekonomi global terus bergejolak?

Efisiensi Energi Menjadi Respons Atas Tekanan Ekonomi Global Saat Ini

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menerbitkan Surat Edaran tentang Efisiensi dan Budaya Hidup Hemat sebagai langkah memperkuat pengelolaan energi berkelanjutan di lingkungan organisasi.

Baca Juga: Pembiayaan Produktif Pindar Tembus Rp34,66 Triliun, OJK Soroti Risiko Gagal Bayar Pinjaman Kaum Muda

Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Izzul Muslimin, menjelaskan kebijakan tersebut tidak hanya merespons kenaikan biaya operasional, tetapi juga situasi global yang memengaruhi ekonomi nasional.

Menurut Izzul Muslimin, konflik geopolitik seperti Iran-Amerika dan Israel-Palestina ikut berdampak terhadap harga energi, termasuk bahan bakar minyak dan biaya operasional lembaga.

“Hal ini berarti memanfaatkan sumber daya yang ada secara optimal tanpa berlebihan, namun juga tidak sampai pada tingkat kekurangan yang menghambat produktivitas,” kata Izzul Muslimin di Jakarta, Rabu (7/5/2026).

Baca Juga: Saat Audiens Menjawab Tidak, Mengapa Komunikasi Pemimpin Langsung Jadi Sorotan Viral Media Sosial

Kebijakan efisiensi tersebut menempatkan konsep qana’ah atau mencukupkan diri sebagai bagian penting dari praktik hidup modern yang produktif dan berkelanjutan.

Langkah ini dinilai relevan karena isu penghematan energi dan efisiensi operasional kini menjadi perhatian banyak korporasi, institusi pendidikan, hingga organisasi masyarakat di Indonesia.

Penggunaan Mobil Diesel dan Konsumsi Listrik Mulai Dikendalikan Bertahap

PP Muhammadiyah mulai membatasi penggunaan kendaraan diesel karena tingginya biaya bahan bakar non-subsidi seperti Pertamina Dex dan kendala teknis biodiesel bersubsidi.

Baca Juga: Kabel Laut Pukpuk Diresmikan, Papua Diproyeksikan Jadi Gerbang Konektivitas Digital Kawasan Asia Pasifik

Kendaraan non-diesel akan diprioritaskan untuk aktivitas operasional harian, meski kendaraan diesel masih diperbolehkan apabila tidak tersedia alternatif lainnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini