THE BOTTOM LINE:
- PFI mengecam penahanan 9 WNI dalam misi bantuan Gaza yang dicegat di Laut Mediterania internasional.
- Global Sumud Flotilla 2.0 membawa bantuan pangan dan obat dari jutaan donatur menuju Jalur Gaza Palestina.
- PFI mendesak diplomasi darurat Indonesia demi pembebasan relawan kemanusiaan dan jurnalis nasional yang ditahan.
BISNSINEWS.COM - Apa yang sebenarnya terjadi ketika kapal bantuan kemanusiaan yang membawa amanah jutaan donatur dicegat di laut internasional?
Mengapa sembilan WNI pegiat filantropi dan jurnalis ikut ditahan dalam operasi yang memicu sorotan global terhadap krisis Gaza?
PFI Soroti Penahanan 9 WNI dalam Misi Kemanusiaan Global Ke Gaza
Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) mengecam tindakan militer Israel yang mencegat armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di Laut Mediterania pada Senin (19/5/2026) hingga Selasa (20/5/2026).
Dalam operasi tersebut, lebih dari 100 delegasi kemanusiaan internasional dilaporkan ditahan, termasuk sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) dari lembaga filantropi dan media nasional.
Delegasi Indonesia berasal dari Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Spirit of Aqsa, SMART 171, serta jurnalis dari Republika, Tempo, dan INews TV yang mengikuti pelayaran bantuan menuju Gaza.
Penahanan Delegasi Indonesia Picu Sorotan Terhadap Misi Bantuan Kemanusiaan
PFI menyebut Global Sumud Flotilla 2.0 membawa bantuan logistik, obat-obatan, dan pangan yang berasal dari donasi masyarakat global, termasuk Indonesia.
Sebanyak 50 kapal dilaporkan mengikuti misi tersebut dengan total 337 aktivis kemanusiaan dari berbagai negara yang bertujuan menyalurkan bantuan ke Jalur Gaza.
Ketua Badan Pengurus PFI, M. Rizal Algamar, menilai tindakan terhadap armada bantuan mencederai nilai kemanusiaan universal.
“Menyerang misi kemanusiaan yang membawa bantuan untuk warga sipil yang menderita adalah pengingkaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan paling mendasar,” ujar Rizal dalam siaran pers resmi PFI.
PFI juga menilai insiden tersebut berdampak langsung terhadap kepercayaan jutaan donatur Indonesia yang menyalurkan bantuan melalui lembaga filantropi nasional.
Artikel Terkait
Mengapa Kenaikan Dolar AS Tetap Menekan Warga Desa, Satire Jaya Suprana Menjawab Fakta Ekonomi Indonesia
Dampak Kenaikan Dolar AS Pada Desa Jadi Sorotan, Satire Jaya Suprana Buka Perspektif Baru Ekonomi
Pemerintah Pangkas Anggaran MBG 2026, Mengapa Efisiensi Jadi Kunci Keberlanjutan Program Unggulan Nasional
Prabowo Siapkan Tata Kelola Ekspor Sawit dan Tambang, Bisakah Danantara Tutup Devisa Bocor 150 M Dolar AS
DSDI Danantara Mulai Awasi Ekspor SDA Demi Cegah Potensi Uang Gelap Perdagangan Komoditas Strategis
Prabowo Siapkan Tata Kelola Ekspor Sawit dan Tambang, Bisakah Danantara Tutup Devisa Bocor 150 M Dolar AS
Kejari Karawang Bongkar Dugaan Korupsi KPR BTN, 91 Saksi Diperiksa dan Tersangka Segera Ditetapkan Resmi
Prabowo Perketat Pengawasan Ekspor Sawit dan Batu Bara, Apa Dampaknya Bagi Ekonomi Nasional Tahun Ini
Forum Bisnis Indonesia - Singapura Bahas Peluang Investasi dan Regulasi Ekonomi Regional Asia Tenggara
Sidang Suap Importasi Bongkar Pertemuan Dirjen Bea Cukai dengan Pemilik Blueray Cargo di Hotel Borobudur