• Kamis, 4 Juni 2026

PFI Soroti Penahanan 9 WNI dalam Armada Bantuan Gaza yang Dicegat Israel di Laut Mediterania Internasional

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Kamis, 21 Mei 2026 | 18:09 WIB
Ketua Badan Pengurus PFI, M. Rizal Algamar menyebut delegasi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 membawa bantuan pangan dan obat menuju Gaza sebelum dicegat di Laut Mediterania bersama sembilan WNI dari lembaga filantropi dan media nasional Indonesia. (Dok. filantropi.or.id/ Kreasi Dola AI)
Ketua Badan Pengurus PFI, M. Rizal Algamar menyebut delegasi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 membawa bantuan pangan dan obat menuju Gaza sebelum dicegat di Laut Mediterania bersama sembilan WNI dari lembaga filantropi dan media nasional Indonesia. (Dok. filantropi.or.id/ Kreasi Dola AI)

THE BOTTOM LINE:

  • PFI mengecam penahanan 9 WNI dalam misi bantuan Gaza yang dicegat di Laut Mediterania internasional.
  • Global Sumud Flotilla 2.0 membawa bantuan pangan dan obat dari jutaan donatur menuju Jalur Gaza Palestina.
  • PFI mendesak diplomasi darurat Indonesia demi pembebasan relawan kemanusiaan dan jurnalis nasional yang ditahan.

BISNSINEWS.COM - Apa yang sebenarnya terjadi ketika kapal bantuan kemanusiaan yang membawa amanah jutaan donatur dicegat di laut internasional?

Mengapa sembilan WNI pegiat filantropi dan jurnalis ikut ditahan dalam operasi yang memicu sorotan global terhadap krisis Gaza?

PFI Soroti Penahanan 9 WNI dalam Misi Kemanusiaan Global Ke Gaza

Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) mengecam tindakan militer Israel yang mencegat armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di Laut Mediterania pada Senin (19/5/2026) hingga Selasa (20/5/2026).

Baca Juga: Sidang Suap Importasi Bongkar Pertemuan Dirjen Bea Cukai dengan Pemilik Blueray Cargo di Hotel Borobudur

Dalam operasi tersebut, lebih dari 100 delegasi kemanusiaan internasional dilaporkan ditahan, termasuk sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) dari lembaga filantropi dan media nasional.

Delegasi Indonesia berasal dari Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Spirit of Aqsa, SMART 171, serta jurnalis dari Republika, Tempo, dan INews TV yang mengikuti pelayaran bantuan menuju Gaza.

Penahanan Delegasi Indonesia Picu Sorotan Terhadap Misi Bantuan Kemanusiaan

PFI menyebut Global Sumud Flotilla 2.0 membawa bantuan logistik, obat-obatan, dan pangan yang berasal dari donasi masyarakat global, termasuk Indonesia.

Baca Juga: Forum Bisnis Indonesia - Singapura Bahas Peluang Investasi dan Regulasi Ekonomi Regional Asia Tenggara

Sebanyak 50 kapal dilaporkan mengikuti misi tersebut dengan total 337 aktivis kemanusiaan dari berbagai negara yang bertujuan menyalurkan bantuan ke Jalur Gaza.

Ketua Badan Pengurus PFI, M. Rizal Algamar, menilai tindakan terhadap armada bantuan mencederai nilai kemanusiaan universal.

“Menyerang misi kemanusiaan yang membawa bantuan untuk warga sipil yang menderita adalah pengingkaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan paling mendasar,” ujar Rizal dalam siaran pers resmi PFI.

Baca Juga: Prabowo Perketat Pengawasan Ekspor Sawit dan Batu Bara, Apa Dampaknya Bagi Ekonomi Nasional Tahun Ini

PFI juga menilai insiden tersebut berdampak langsung terhadap kepercayaan jutaan donatur Indonesia yang menyalurkan bantuan melalui lembaga filantropi nasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini