THE BOTTOM LINE:
- Indonesia mendorong percepatan akses pasar Tiongkok demi memperkuat ekspor komoditas pertanian nasional sepanjang 2026.
- Kerja sama Indonesia dan Kanada difokuskan pada rantai pasok global sektor teknologi serta ketahanan pangan strategis.
- Tiongkok menawarkan pelatihan 1.000 UMKM Indonesia per tahun untuk meningkatkan kualitas kemasan dan desain produk ekspor.
BISNISNEWS.COM - Apakah diplomasi dagang Indonesia mulai bergeser dari sekadar ekspor komoditas menuju penguatan rantai pasok global bernilai tambah?
Mungkinkah peluang pelatihan UMKM dan percepatan akses pasar Tiongkok menjadi pintu baru pertumbuhan ekspor nasional pada 2026?
Indonesia Dorong Akses Pasar Tiongkok Demi Perkuat Ekspor Nasional Tahun 2026
Pemerintah Indonesia terus memperkuat diplomasi perdagangan internasional melalui sejumlah pertemuan bilateral dalam forum APEC Ministers Responsible for Trade 2026.
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan Indonesia mendorong peningkatan performa perdagangan nasional melalui penguatan kerja sama strategis dengan berbagai negara mitra.
Pertemuan bilateral dengan Wakil Menteri Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok, Li Chenggang, menjadi salah satu agenda penting dalam pembahasan akses pasar ekspor Indonesia.
Indonesia secara khusus meminta percepatan akses pasar dan penyederhanaan prosedur ekspor komoditas pertanian nasional kepada otoritas kepabeanan Tiongkok atau General Administration of Customs of China.
Langkah tersebut dinilai penting karena Tiongkok masih menjadi salah satu mitra dagang terbesar Indonesia, terutama untuk produk pertanian, mineral, dan manufaktur.
Berdasarkan tren perdagangan beberapa tahun terakhir, peningkatan akses pasar Tiongkok dinilai berpotensi memperkuat kinerja ekspor nonmigas Indonesia sepanjang 2026.
Peluang Pelatihan UMKM Dinilai Perkuat Daya Saing Produk Ekspor Nasional
Selain isu perdagangan, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah juga menjadi fokus pembahasan Indonesia dan Tiongkok dalam pertemuan bilateral tersebut.
Pemerintah Tiongkok menawarkan kuota pelatihan bagi 1.000 peserta Indonesia setiap tahun untuk memperkuat kemampuan pengemasan dan desain produk bernilai tambah.
Artikel Terkait
BI Perluas Penggunaan Yuan dalam DHE SDA, Apakah Dominasi Dolar AS Mulai Berkurang di Indonesia
DHE SDA Berlaku Juni 2026, BI Dorong Eksportir Gunakan Yuan dalam Transaksi Perdagangan Global
CBA Desak Prabowo Copot Dirut PLN Setelah Blackout Sumatera Ganggu Ekonomi dan Kepercayaan Investor
Bisnisnews.com Hadirkan Platform 'Traktir Kopi' untuk Apresiasi dari Pembaca Demi Jurnalisme yang Berkualitas
IHSG dan Rupiah Tertekan Tajam, Analis Soroti Ketergantungan Pasar Indonesia Pada Modal Asing Global Hari Ini
Wagub Sumsel Dorong Investasi Tiongkok Masuk Sumatera Selatan Lewat Forum Pertukaran Politik dan Bisnis
Prabowo Siapkan 400 Calon Pemimpin BUMN Lewat Program P3MD Untuk Perkuat Transformasi Korporasi Negara
Startup Tiongkok Luncurkan Kalung AI Penerjemah Suara Kucing, Bisakah Teknologi Ini Memahami Emosi Hewan
Siswi Makassar Gagal Paskibraka Meski Nilai Tinggi, Transparansi Seleksi Kini Jadi Sorotan Publik Nasional
Konflik Agraria Sawit Ketapang dan Jambi Kembali Memicu Sorotan Nasional Terhadap Tata Kelola Perkebunan