THE BOTTOM LINE:
- Transaksi ekspor Indonesia di SIAL 2026 tembus 60,3 juta Dolar AS, melampaui target Kemendag dan membuka peluang pasar pangan Tiongkok.
- Dua belas MoU dagang di Shanghai memperkuat penetrasi produk pangan Indonesia ke pasar Tiongkok yang kompetitif dan bernilai tinggi.
- Keberhasilan ekspor menunjukkan produk kopi, durian, rumput laut, hingga sarang walet Indonesia semakin diminati pembeli global.
BISNISNEWS.COM - Mampukah transaksi dagang Rp1 triliun di Shanghai menjadi pintu loncatan ekspor pangan nasional?
Bisakah lonjakan minat pasar Tiongkok ini mengubah peta perdagangan produk olahan Indonesia di tengah persaingan global yang kian ketat?
Ekspor Pangan Indonesia Lampaui Target Besar di Shanghai
Kementerian Perdagangan RI mencatat capaian signifikan dalam ajang Salon International de l'Alimentation (SIAL) 2026 di Shanghai, setelah memfasilitasi penandatanganan 12 nota kesepahaman senilai 60,3 juta Dolar AS atau sekitar Rp1 triliun.
Nilai transaksi tersebut melampaui target awal Kemendag sebesar 30 juta Dolar AS, sekaligus mempertegas tingginya minat pasar Tiongkok terhadap produk pangan Indonesia.
Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, mengatakan capaian itu menjadi indikator kuat penguatan penetrasi ekspor nasional.
“Untuk di SIAL 2026 dan misi dagang secara keseluruhan, total transaksinya sekitar 60,3 juta Dolar AS, jauh di atas target kami,” ujar Dyah Roro, di Shanghai, Selasa (19/05/2026).
Produk Unggulan Nasional Dilirik Pasar Tiongkok Secara Serius
Produk yang mendapat perhatian besar meliputi turunan CPO, sarang burung walet, durian beku, rumput laut, kopi, keripik, gula aren, hingga tempe kering.
Menurut Dyah Roro, kopi asal Lampung menjadi salah satu komoditas paling diminati selama pameran berlangsung.
Ia menjelaskan, tingginya minat pembeli menunjukkan produk Indonesia mampu bersaing dari sisi kualitas maupun konsistensi pasokan.
SIAL 2026 sendiri merupakan satu dari tiga pameran pangan terbesar dunia, menghadirkan lebih dari 5.000 peserta dari 75 negara dengan 350.000 produk dipamerkan.
Artikel Terkait
Di Balik Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen, Apa Risiko Fiskal yang Mengancam Daya Tahan Ekonomi Indonesia
Rupiah Terus Tertekan, Didik J Rachbini Menilai Reformasi Institusi Jadi Kunci Penguatan Nilai Tukar Indonesia
Rupiah Melemah, Didik J Rachbini Ungkap Pelajaran Era Habibie yang Relevan untuk Memulihkan Kepercayaan Pasar
Kenaikan Dolar AS dan Dampaknya ke Desa, Jaya Suprana Ungkap Fakta Ekonomi yang Jarang Disadari Publik
Fahri Hamzah Respons Kritik The Economist, Prabowonomics Jadi Kunci Indonesia Keluar dari Middle Income Trap
ABDI dan PSMTI Cetak Eksekutif Pelindungan Data Pribadi, Siapkah Korporasi Hadapi Tantangan Keamanan Siber
Cadangan Beras Pemerintah Tembus 5,37 Juta Ton, Ini Dampaknya Bagi Ketahanan Pangan Hingga Akhir Tahun
Rupiah Tembus Rp17.706, Lonjakan Permintaan Dolar AS Kini Jadi Sorotan Serius Pemerintah dan Pelaku Pasar
PSMTI Gandeng HMI Malaysia Group, Akses Layanan Kesehatan Internasional Kini Lebih Mudah dan Terjangkau
Ekspor Indonesia Tembus Rp1 Triliun di SIAL 2026, Mengapa Pasar Tiongkok Kini Memburu Produk Pangan