• Kamis, 4 Juni 2026

Cadangan Beras Pemerintah Tembus 5,37 Juta Ton, Ini Dampaknya Bagi Ketahanan Pangan Hingga Akhir Tahun

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Rabu, 20 Mei 2026 | 11:06 WIB
Wamentan Sudaryono: Cadangan beras pemerintah mencapai 5,37 juta ton menandai rekor tertinggi sepanjang sejarah ketahanan pangan Indonesia pada Mei 2026.   (Dok.Facebook @sudaryono)
Wamentan Sudaryono: Cadangan beras pemerintah mencapai 5,37 juta ton menandai rekor tertinggi sepanjang sejarah ketahanan pangan Indonesia pada Mei 2026. (Dok.Facebook @sudaryono)

THE BOTTOM LINE:

  • Cadangan beras pemerintah mencapai 5,37 juta ton, rekor tertinggi sepanjang sejarah, memperkuat sinyal ketahanan pangan nasional 2026.
  • Serapan beras oleh korporasi logistik negara menembus 2,8 juta ton hingga pertengahan Mei, setara 70 persen target tahunan.
  • Lonjakan stok beras nasional memberi ruang stabilisasi harga dan memperbesar optimisme pasokan aman hingga akhir tahun.

BISNISNEWS.COM - Apakah lonjakan cadangan beras pemerintah hingga 5,37 juta ton menandai era baru ketahanan pangan nasional?

Mampukah stok tertinggi sepanjang sejarah ini menjaga stabilitas harga beras dan meredam gejolak pasar hingga akhir 2026?

Cadangan Beras Tembus Rekor 5,37 Juta Ton, Sinyal Kuat Ketahanan Pangan Indonesia

Pemerintah mencatat capaian penting dalam penguatan cadangan beras nasional dengan stok pemerintah mencapai 5,37 juta ton per Senin, 18 Mei 2026.

Baca Juga: ABDI dan PSMTI Cetak Eksekutif Pelindungan Data Pribadi, Siapkah Korporasi Hadapi Tantangan Keamanan Siber

Angka tersebut disampaikan Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, dalam rapat kerja bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Selasa (19/05/2026)

Sudaryono menyebut capaian itu sebagai level tertinggi cadangan beras pemerintah sepanjang sejarah Republik Indonesia.

“Cadangan beras sampai dengan 18 Mei mencapai 5,37 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia,” ujar Sudaryono.

Baca Juga: Fahri Hamzah Respons Kritik The Economist, Prabowonomics Jadi Kunci Indonesia Keluar dari Middle Income Trap

Pencapaian tersebut menjadi indikator penguatan sistem pangan nasional di tengah tantangan stabilitas harga dan kebutuhan konsumsi domestik.

Peran Strategis Bulog dalam Menyerap Hasil Panen Petani

Menurut Sudaryono, capaian ini tidak lepas dari peran aktif Perum Bulog dalam menyerap beras petani sepanjang tahun berjalan.

Sejak awal Januari hingga 18 Mei 2026, realisasi pengadaan beras dan setara beras telah mencapai 2,8 juta ton.

Baca Juga: Kenaikan Dolar AS dan Dampaknya ke Desa, Jaya Suprana Ungkap Fakta Ekonomi yang Jarang Disadari Publik

Jumlah itu setara sekitar 70 persen dari target pengadaan tahunan sebesar 4 juta ton.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini