THE BOTTOM LINE:
- Harga telur Magetan anjlok hingga Rp22.000 per kilogram, BGN percepat penyerapan lewat program Makan Bergizi Gratis demi stabilitas pasar.
- Instruksi penggunaan telur tiga kali sepekan di Jawa Timur jadi langkah konkret menopang peternak ayam petelur lokal.
- Intervensi BGN melalui MBG dinilai krusial menjaga harga telur tetap sehat di tengah tekanan biaya pakan dan overproduksi.
BISNSINEWS.COM - Mengapa harga telur di tingkat peternak terus tertekan ketika konsumsi nasional tetap tinggi?
Bisakah program Makan Bergizi Gratis menjadi solusi cepat bagi peternak Magetan yang terhimpit biaya produksi?
Aksi Damai Peternak Picu Respons Cepat Badan Gizi Nasional
Gelombang protes peternak ayam petelur di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, memantik respons cepat dari Badan Gizi Nasional terkait stabilisasi harga telur.
Aksi damai pada Rabu (06/05/2026), dilakukan dengan membagikan sekitar tiga ton telur gratis kepada masyarakat di kawasan Alun-Alun Magetan.
Langkah simbolis itu menjadi penanda tekanan berat yang dihadapi peternak akibat harga jual telur yang terus merosot.
Para peternak menyebut harga telur di tingkat kandang berada pada kisaran Rp22.000 hingga Rp22.800 per kilogram.
Angka tersebut terpaut cukup jauh dari Harga Acuan Pembelian (HAP) pemerintah sebesar Rp26.500 per kilogram.
Kondisi itu diperparah tingginya harga pakan dan kelebihan pasokan yang belum terserap optimal.
BGN Tingkatkan Pemanfaatan Telur dalam Menu Program MBG
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menyatakan pihaknya memahami tekanan yang dihadapi peternak.
Menurutnya, seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Jawa Timur telah diinstruksikan memperbesar penggunaan telur dalam program Makan Bergizi Gratis.
Artikel Terkait
Purbaya Ungkap Royalti Minerba Berpotensi Naik, Pengusaha Tambang Tunggu Keputusan Final Pemerintah
Dugaan Fraud Telkom Rp5 Triliun Diselidiki Regulator AS, Apa Dampaknya Bagi Saham TLKM dan Investor
Rupiah Tembus Rp17.500 Per Dolar AS, Ketegangan Selat Hormuz Kini Jadi Ancaman Baru Bagi Stabilitas Ekonomi
Dolar AS Sentuh Rp17.503, Apa Dampaknya Bagi Rupiah dan Seberapa Besar Risiko Gejolak Selat Hormuz
Transformasi TLKM 30 Dorong Kinerja Telkom 2025, Mengapa Return Pemegang Saham Justru Melonjak
Rupiah Tembus Rp17.529, Purbaya Rapat Mendadak di Kemenkeu Siapkan Strategi Jaga Stabilitas Nilai Tukar
Rupiah Tembus Rp17.500, Mengapa Pemerintah Tetap Yakin APBN Aman di Tengah Tekanan Dolar AS Global
Tarif Royalti Minerba Masih Dikaji, ini Dampaknya Terhadap Investasi Nikel dan Strategi Hilirisasi Nasional ke Depan
Keyakinan Konsumen Indonesia April 2026 Menguat Saat Tabungan Masyarakat dan Peluang Kerja Sama Sama Naik
KPK Didesak Periksa Dirjen Bea Cukai Usai Fakta Sidang Blueray Cargo, Ada Apa di Balik Dugaan Suap Impor