THE BOTTOM LINE:
- Rupiah ditutup melemah ke Rp17.529 per Dolar AS, memicu perhatian pasar terhadap tekanan global dan respons cepat otoritas ekonomi nasional
- Rapat mendadak Purbaya Yudhi Sadewa di Kementerian Keuangan menandai koordinasi serius menjaga stabilitas pasar obligasi dan nilai tukar
- Ekspektasi suku bunga tinggi The Fed lebih lama menjadi faktor utama penguatan dolar AS yang menekan mata uang emerging market
BISNISNEWS.COM - Apakah pelemahan rupiah ke level terendah terbaru menandai tekanan ekonomi yang lebih serius?
Mengapa rapat mendadak pejabat tinggi di Kementerian Keuangan menjadi sinyal penting bagi pasar saat dolar AS terus menekan mata uang emerging market?
Tekanan Global Mendorong Rupiah ke Level Psikologis Baru
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 115 poin atau 0,66 persen ke level Rp17.529 per Dolar AS pada Selasa, 12/05/2026.
Baca Juga: Transformasi TLKM 30 Dorong Kinerja Telkom 2025, Mengapa Return Pemegang Saham Justru Melonjak
Pelemahan ini terjadi di tengah penguatan dolar AS global akibat ekspektasi suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat bertahan tinggi lebih lama.
Tekanan eksternal tersebut memperbesar kekhawatiran pasar terhadap aliran modal keluar dari negara berkembang, termasuk Indonesia.
Situasi ini melanjutkan tren pelemahan yang dalam beberapa pekan terakhir terus menjadi perhatian pelaku pasar keuangan nasional.
Baca Juga: Dolar AS Sentuh Rp17.503, Apa Dampaknya Bagi Rupiah dan Seberapa Besar Risiko Gejolak Selat Hormuz
Sebelumnya, sejumlah media arus utama melaporkan tekanan serupa dipicu ekspektasi kebijakan moneter ketat The Federal Reserve.
Purbaya Gelar Rapat Dadakan Bahas Langkah Jaga Stabilitas
Di tengah tekanan tersebut, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, menggelar rapat mendadak di lobi Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan.
Pertemuan berlangsung bersama pejabat otoritas fiskal untuk menyiapkan skenario menjaga stabilitas pasar keuangan domestik.
Baca Juga: Purbaya Ungkap Royalti Minerba Berpotensi Naik, Pengusaha Tambang Tunggu Keputusan Final Pemerintah
Purbaya mengatakan koordinasi dilakukan untuk memastikan langkah mitigasi berjalan terukur dan terarah.
Artikel Terkait
Purbaya Ungkap Royalti Minerba Berpotensi Naik, Pengusaha Tambang Tunggu Keputusan Final Pemerintah
Dugaan Fraud Telkom Rp5 Triliun Diselidiki Regulator AS, Apa Dampaknya Bagi Saham TLKM dan Investor
Bank Mandiri Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Melandai Pada Kuartal II 2026, Apa Dampaknya Bagi Konsumsi
Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Melambat Pada Kuartal II 2026, Bank Mandiri Ungkap Penyebab Utamanya
Dua Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Mengapa Tiga Tanker Lain Justru Berhasil Keluar Saat Negosiasi
Negosiasi Dua Kapal Pertamina di Selat Hormuz Berlanjut, Tiga Tanker Lolos Diam-Diam Picu Sorotan Jalur Energi Dunia
IHSG Anjlok dan Rupiah Melemah, Investor Mulai Soroti Ketahanan Ekonomi Menghadapi Tekanan Global
Rupiah Tembus Rp17.300 Per Dolar AS, IHSG Turun Tajam Picu Kekhawatiran Pelaku Pasar Domestik
Dolar AS Sentuh Rp17.503, Apa Dampaknya Bagi Rupiah dan Seberapa Besar Risiko Gejolak Selat Hormuz
Transformasi TLKM 30 Dorong Kinerja Telkom 2025, Mengapa Return Pemegang Saham Justru Melonjak