• Kamis, 4 Juni 2026

Bank Mandiri Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Melandai Pada Kuartal II 2026, Apa Dampaknya Bagi Konsumsi

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Selasa, 12 Mei 2026 | 11:08 WIB
Bank Mandiri memproyeksikan ekonomi Indonesia melandai pada kuartal II-2026 seiring normalisasi konsumsi pasca-Lebaran. (Dok. bankmandiri.co.id)
Bank Mandiri memproyeksikan ekonomi Indonesia melandai pada kuartal II-2026 seiring normalisasi konsumsi pasca-Lebaran. (Dok. bankmandiri.co.id)

THE BOTTOM LINE:

  • Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2026 diproyeksi melandai setelah efek musiman Lebaran mereda, meski tetap terjaga di atas level 5 persen
  • Bank Mandiri menilai perlambatan dipicu moderasi konsumsi domestik dan penurunan indikator penjualan ritel serta keyakinan konsumen
  • Kebijakan moneter, makroprudensial, dan fiskal akomodatif diyakini masih menjadi penyangga utama menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi nasional

BISNISNEWS.COM - Akankah laju pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai kehilangan tenaga setelah lonjakan awal tahun?

Benarkah absennya efek musiman Lebaran membuat kuartal II-2026 menjadi ujian baru bagi stabilitas konsumsi domestik dan keyakinan pasar?

Indikator Awal Perlambatan Mulai Terlihat di Kuartal Kedua

Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan melandai pada kuartal II-2026 setelah mencatatkan kinerja kuat sebesar 5,61 persen pada kuartal I-2026.

Baca Juga: BEI Awasi Dugaan Fraud TLKM Rp5 Triliun, Investigasi SEC dan DOJ Picu Sorotan Baru Terhadap Tata Kelola

Proyeksi tersebut disampaikan Diah Ayu Yustina, Head of Macroeconomics and Financial Market Research PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., dalam Mandiri Macro and Market Brief 2Q26 di Jakarta, Senin (11/5/2026).

Menurut Diah Ayu Yustina, perlambatan terjadi karena katalis musiman yang menopang kuartal pertama tidak lagi hadir pada periode berikutnya.

“Kuartal I ini ada beberapa faktor yang menjadi katalis pertumbuhan yang tidak berulang lagi di kuartal II, kuartal III, atau kuartal IV seperti periode Lebaran,” ujar Diah.

Baca Juga: Royalti Tambang Naik Juni 2026, Pemerintah Cari Formula Aman untuk Korporasi Batu Bara dan Nikel Nasional

Ia menjelaskan sejumlah indikator domestik mulai memperlihatkan sinyal moderasi sejak awal kuartal kedua.

Penjualan ritel menunjukkan perlambatan, sementara indeks keyakinan konsumen tercatat mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.

Konsumsi Domestik Jadi Penentu Arah Pertumbuhan Berikutnya

Konsumsi rumah tangga selama ini masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga: JP Morgan Sebut Ketahanan Ekonomi Indonesia Lebih Kuat Dibanding Amerika Serikat dan Tiongkok

Momentum belanja masyarakat saat Ramadan dan Idulfitri selama kuartal pertama mendorong akselerasi aktivitas ekonomi di berbagai sektor.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini