THE BOTTOM LINE:
- BEI memperketat pengawasan atas dugaan fraud laporan keuangan TLKM senilai Rp5 triliun yang kini turut disorot regulator Amerika Serikat.
- Investigasi atas 140 transaksi tanpa substansi ekonomi memicu perhatian investor terhadap transparansi tata kelola korporasi telekomunikasi nasional.
- Koordinasi BEI dan OJK menjadi penentu arah penyelesaian kasus yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar terhadap saham TLKM.
BISNISNEWS.COM - Benarkah dugaan fraud Rp5 triliun di Telkom membuka babak baru pengawasan pasar modal Indonesia?
Mengapa otoritas bursa dan regulator global kini menyorot transaksi lama yang baru terungkap setelah bertahun-tahun berjalan?
BEI Awasi Intensif Dugaan Fraud Telkom Rp5 Triliun, Sorotan SEC dan DOJ Memicu Tekanan Baru
Bursa Efek Perketat Pengawasan Atas Dugaan Transaksi Bermasalah
Bursa Efek Indonesia (BEI).menegaskan telah memperketat pengawasan terhadap PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menyusul dugaan fraud laporan keuangan senilai Rp5 triliun.
Kasus ini mencuat setelah teridentifikasi sekitar 140 transaksi yang disebut tidak memiliki substansi ekonomi dalam rentang 2014 hingga 2021.
Direktur Penilaian Korporasi Bursa Efek Indonesia, I Gede Nyoman Yetna, menyatakan pengawasan dilakukan melalui serangkaian langkah formal bersama regulator.
Baca Juga: JP Morgan Sebut Ketahanan Ekonomi Indonesia Lebih Kuat Dibanding Amerika Serikat dan Tiongkok
“Bursa telah melakukan serangkaian tindakan pemantauan dan pengawasan melalui pelaksanaan dengar pendapat dengan perseroan pada Selasa (8/4/2026),” kata I Gede Nyoman Yetna.
Ia menambahkan, Bursa juga telah meminta sejumlah penjelasan atas kasus yang dialami korporasi tersebut serta berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Langkah ini memperlihatkan respons cepat otoritas pasar modal di tengah meningkatnya perhatian investor terhadap transparansi emiten pelat merah.
Baca Juga: Muhammadiyah Terapkan Budaya Hidup Hemat, Penggunaan Mobil Diesel dan AC Mulai Dibatasi Bertahap
Sorotan Regulator Amerika Serikat Tambah Kompleksitas Penanganan
Kasus ini kini juga ditangani Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat serta Departemen Kehakiman Amerika Serikat.
Artikel Terkait
Kabel Laut Pukpuk Diresmikan, Papua Diproyeksikan Jadi Gerbang Konektivitas Digital Kawasan Asia Pasifik
Vonis Bebas Kasus Kredit PT Sritex Bikin Kejagung Pelajari Langkah Hukum Berikutnya Secara Mendalam
Danantara Fokus Integrasi Digital BUMN dan Pengembangan Sovereign AI Nasional untuk Efisiensi
Mengapa Kesalahan Panggung Tokoh Nasional Kini Lebih Berbahaya di Era Video Pendek dan Media Sosial
Dividen PT Delta Djakarta Disorot, CBA Pertanyakan Transparansi Aliran Dana ke Kas Pemerintah DKI Jakarta
Saat Audiens Menjawab Tidak, Mengapa Komunikasi Pemimpin Langsung Jadi Sorotan Viral Media Sosial
Pembiayaan Produktif Pindar Tembus Rp34,66 Triliun, OJK Soroti Risiko Gagal Bayar Pinjaman Kaum Muda
Muhammadiyah Terapkan Budaya Hidup Hemat, Penggunaan Mobil Diesel dan AC Mulai Dibatasi Bertahap
JP Morgan Sebut Ketahanan Ekonomi Indonesia Lebih Kuat Dibanding Amerika Serikat dan Tiongkok
Royalti Tambang Naik Juni 2026, Pemerintah Cari Formula Aman untuk Korporasi Batu Bara dan Nikel Nasional