• Kamis, 4 Juni 2026

JP Morgan Sebut Ketahanan Ekonomi Indonesia Lebih Kuat Dibanding Amerika Serikat dan Tiongkok

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Senin, 11 Mei 2026 | 15:53 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Indonesia masuk negara paling tangguh menghadapi krisis global berdasarkan analisis lembaga keuangan internasional. (Dok. Intagram @menkeu)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Indonesia masuk negara paling tangguh menghadapi krisis global berdasarkan analisis lembaga keuangan internasional. (Dok. Intagram @menkeu)

THE BOTTOM LINE:

  • JP Morgan dan ADB menilai ketahanan ekonomi Indonesia masuk kelompok terbaik menghadapi krisis global tahun 2026.
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah kondisi ekonomi Indonesia saat ini mirip krisis moneter 1998.
  • Pemerintah memastikan ekonomi nasional masih ekspansi dan akselerasi meski dunia menghadapi tekanan energi serta perlambatan global.

BISNISNEWS.COM - Mengapa Indonesia disebut lebih tahan krisis dibanding Amerika dan Tiongkok?

Benarkah kondisi ekonomi nasional saat ini jauh berbeda dibanding krisis 1998 yang pernah mengguncang jutaan masyarakat?.

Ketahanan Ekonomi Indonesia Dinilai Lebih Kuat Dibanding Negara Besar

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan Indonesia masuk kelompok negara paling tangguh menghadapi krisis global menurut analisis JP Morgan dan Asian Development Bank (ADB)

Baca Juga: Muhammadiyah Terapkan Budaya Hidup Hemat, Penggunaan Mobil Diesel dan AC Mulai Dibatasi Bertahap

Menurut Purbaya, analisis JP Morgan menempatkan Indonesia pada posisi kedua terkuat menghadapi tekanan ekonomi global dibanding sejumlah negara besar dunia.

Ia menyebut posisi Indonesia bahkan berada di atas Amerika Serikat, Tiongkok, dan Australia berdasarkan penilaian lembaga keuangan internasional tersebut.

“Walau krisis global kita nomor dua paling kuat dibanding negara-negara lain,” ujar Purbaya dalam keterangannya kepada media di Jakarta.

Baca Juga: Pembiayaan Produktif Pindar Tembus Rp34,66 Triliun, OJK Soroti Risiko Gagal Bayar Pinjaman Kaum Muda

Pemerintah Menepis Kekhawatiran Krisis Ekonomi Seperti Tahun 1998 Kembali

Purbaya membantah pandangan pesimistis yang menyamakan kondisi ekonomi sekarang dengan krisis moneter 1998 yang memicu resesi panjang dan gejolak politik nasional.

Menurutnya, kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih berada dalam fase ekspansi sehingga berbeda jauh dibanding situasi menjelang krisis 1998.

Ia mengatakan ekonomi nasional belum memasuki fase resesi, bahkan masih menunjukkan percepatan aktivitas ekonomi di tengah tekanan global dan krisis energi internasional.

Baca Juga: Saat Audiens Menjawab Tidak, Mengapa Komunikasi Pemimpin Langsung Jadi Sorotan Viral Media Sosial

“Mereka prediksi 98 akan terjadi lagi, padahal sekarang masih ekspansi dan akselerasi,” kata Purbaya dalam forum APBN KiTA tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini