• Kamis, 4 Juni 2026

JP Morgan Sebut Ketahanan Ekonomi Indonesia Lebih Kuat Dibanding Amerika Serikat dan Tiongkok

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Senin, 11 Mei 2026 | 15:53 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Indonesia masuk negara paling tangguh menghadapi krisis global berdasarkan analisis lembaga keuangan internasional. (Dok. Intagram @menkeu)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Indonesia masuk negara paling tangguh menghadapi krisis global berdasarkan analisis lembaga keuangan internasional. (Dok. Intagram @menkeu)

Analisis JP Morgan dan ADB Disebut Tidak Bisa Dipublikasikan Penuh

Purbaya menjelaskan hasil analisis JP Morgan tidak dapat dipublikasikan secara resmi karena berpotensi memicu ketidakstabilan pada negara dengan peringkat lebih rendah.

Meski demikian, ia memastikan Asian Development Bank atau ADB juga menyampaikan penilaian serupa mengenai daya tahan ekonomi Indonesia menghadapi krisis global.

Baca Juga: Kabel Laut Pukpuk Diresmikan, Papua Diproyeksikan Jadi Gerbang Konektivitas Digital Kawasan Asia Pasifik

Menurutnya, pernyataan lembaga internasional tersebut menjadi indikator penting bahwa kondisi ekonomi nasional masih relatif aman dan terkendali.

“Official ADB bilang sama saya kita di atas, mungkin di top dua juga,” ujar Purbaya menjelaskan hasil komunikasi dengan lembaga tersebut.

Fundamental Ekonomi Nasional Dinilai Masih Stabil Hingga Pertengahan Tahun

Pernyataan pemerintah muncul ketika berbagai negara masih menghadapi tekanan inflasi, pelemahan perdagangan global, dan ketidakpastian pasar energi internasional.

Baca Juga: Vonis Bebas Kasus Kredit PT Sritex Bikin Kejagung Pelajari Langkah Hukum Berikutnya Secara Mendalam

Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah lembaga internasional masih memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap positif dibanding banyak negara berkembang lainnya.

Data pemerintah sebelumnya juga menunjukkan konsumsi domestik, investasi, dan aktivitas industri nasional masih menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026.

Situasi tersebut dinilai berbeda dengan periode menjelang 1998 ketika Indonesia mengalami kontraksi ekonomi tajam dan pelemahan sektor keuangan secara bersamaan.

Baca Juga: Danantara Fokus Integrasi Digital BUMN dan Pengembangan Sovereign AI Nasional untuk Efisiensi

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya dalam agenda APBN KiTA di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (5/5/2026), ketika menjelaskan kondisi ekonomi nasional terkini.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini