• Kamis, 4 Juni 2026

Rupiah Tembus Rp17.529, Purbaya Rapat Mendadak di Kemenkeu Siapkan Strategi Jaga Stabilitas Nilai Tukar

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Rabu, 13 Mei 2026 | 07:46 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri rapat mendadak di Kementerian Keuangan membahas langkah cepat menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan global (Instagram.com @Menkeuri)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri rapat mendadak di Kementerian Keuangan membahas langkah cepat menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan global (Instagram.com @Menkeuri)

Menurut Purbaya, stabilitas pasar obligasi menjadi fokus penting dalam meredam gejolak nilai tukar.

Ia menegaskan pemerintah menyiapkan skenario agar volatilitas tidak berkembang menjadi tekanan sistemik terhadap sektor keuangan.

Baca Juga: Dugaan Fraud Telkom Rp5 Triliun Diselidiki Regulator AS, Apa Dampaknya Bagi Saham TLKM dan Investor

Pasar Obligasi Jadi Benteng Pertama Redam Gejolak Rupiah

Langkah koordinasi tersebut mengarah pada penguatan intervensi di pasar surat berharga negara.

Strategi ini dinilai penting karena pergerakan yield obligasi sangat memengaruhi persepsi risiko investor asing.

Ketika yield melonjak tajam, tekanan terhadap rupiah biasanya ikut meningkat melalui arus keluar modal.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Melambat Pada Kuartal II 2026, Bank Mandiri Ungkap Penyebab Utamanya

Pemerintah dan otoritas moneter berupaya menjaga keseimbangan agar pasar obligasi tetap likuid.

Langkah serupa pernah ditempuh pada periode tekanan global sebelumnya saat volatilitas pasar meningkat tajam.

Ekspektasi Suku Bunga The Fed Picu Arus Safe Haven

Pelemahan rupiah juga dipicu ekspektasi bahwa The Federal Reserve belum akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat.

Baca Juga: Negosiasi Dua Kapal Pertamina di Selat Hormuz Berlanjut, Tiga Tanker Lolos Diam-Diam Picu Sorotan Jalur Energi Dunia

Pelaku pasar menilai inflasi Amerika Serikat yang belum sepenuhnya terkendali membuat kebijakan moneter ketat masih dipertahankan.

Kondisi ini mendorong investor global memburu dolar AS sebagai aset lindung nilai.

Tekanan bertambah akibat ketidakpastian geopolitik yang mengangkat harga energi dunia.

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.300 Per Dolar AS, IHSG Turun Tajam Picu Kekhawatiran Pelaku Pasar Domestik

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini