• Kamis, 4 Juni 2026

KPK Didesak Periksa Dirjen Bea Cukai Usai Fakta Sidang Blueray Cargo, Ada Apa di Balik Dugaan Suap Impor

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Rabu, 13 Mei 2026 | 15:01 WIB
Sorotan Direktur CBA Uchok Sky Khadafi mengarah pada kasus Blueray Cargo setelah fakta persidangan mengungkap dugaan pertemuan pejabat Bea Cukai dengan pihak korporasi kargo. (Dok. CBA)
Sorotan Direktur CBA Uchok Sky Khadafi mengarah pada kasus Blueray Cargo setelah fakta persidangan mengungkap dugaan pertemuan pejabat Bea Cukai dengan pihak korporasi kargo. (Dok. CBA)

THE BOTTOM LINE:

  • Desakan periksa Dirjen Bea Cukai menguat usai fakta sidang Blueray Cargo memicu sorotan publik terhadap konsistensi penegakan hukum antikorupsi.
  • Center for Budget Analysis menilai KPK perlu menindaklanjuti fakta persidangan demi memastikan transparansi pengusutan dugaan suap jalur impor.
  • Kasus dugaan pengaturan impor disebut berpotensi memengaruhi pengawasan kepabeanan serta memunculkan pertanyaan soal akuntabilitas pejabat strategis.

BISNISNEWS.COM - Apakah dugaan pertemuan tertutup di jantung birokrasi kepabeanan akan membuka babak baru pengusutan dugaan suap impor?

Mengapa nama pejabat strategis yang muncul di persidangan belum juga tersentuh pemeriksaan, ketika publik menanti kepastian penegakan hukum yang setara?

Sorotan Baru dalam Polemik Dugaan Suap Jalur Impor

Desakan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK untuk mendalami dugaan suap impor Blueray Cargo menguat setelah fakta persidangan mengungkap pertemuan sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.500 Per Dolar AS, Ketegangan Selat Hormuz Kini Jadi Ancaman Baru Bagi Stabilitas Ekonomi

Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menilai fakta itu menjadi dasar penting bagi KPK untuk memperluas penyelidikan.

Ia meminta lembaga antirasuah segera memeriksa Djaka Budi Utama, Dirjen Bea dan Cukai, guna memastikan seluruh fakta terungkap secara transparan.

Fakta Persidangan Memunculkan Pertanyaan Soal Akuntabilitas Pejabat

Dalam persidangan yang digelar pada Selasa (12/05/2026), jaksa KPK mengungkap adanya pertemuan di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Juli 2025.

Baca Juga: Keyakinan Konsumen Indonesia April 2026 Menguat Saat Tabungan Masyarakat dan Peluang Kerja Sama Sama Naik

Pertemuan itu disebut melibatkan Djaka Budi Utama bersama pejabat Bea Cukai lain, yakni Rizal, Sisprian Subiaksono, dan Orlando Hamonangan Sianipar.

Mereka disebut bertemu dengan pihak Blueray Cargo, John Field, dalam agenda yang diduga berkaitan dengan kelancaran proses importasi.

CBA Menilai KPK Harus Bergerak Menuntaskan Dugaan Kasus

Uchok Sky Khadafi menegaskan KPK tidak boleh berhenti pada pemeriksaan pelaksana teknis semata.

Baca Juga: Tarif Royalti Minerba Masih Dikaji, ini Dampaknya Terhadap Investasi Nikel dan Strategi Hilirisasi Nasional ke Depan

“KPK jangan terlihat penakut, kalau nama Dirjen Bea Cukai muncul dalam fakta persidangan, ya harus diperiksa untuk membuat terang perkara,” ujar Uchok.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini