THE BOTTOM LINE:
- Persidangan mengungkap dugaan penyimpangan penyaluran KUR kepada 95 petani tambak di OKI, Sumatera Selatan.
- Dana pembiayaan diduga dialihkan kepada pihak lain sehingga menimbulkan kerugian negara miliaran rupiah.
- Perkara menjadi ujian bagi pengawasan KUR sekaligus komitmen penegakan hukum sektor perbankan.
BISNISNEWS.COM - Apakah pengawasan penyaluran Kredit Usaha Rakyat sudah cukup kuat melindungi petani sebagai penerima manfaat?
Mengapa dana pembiayaan yang seharusnya membantu usaha rakyat justru berujung pada perkara dugaan korupsi bernilai miliaran rupiah?
Program Pembiayaan Petani Berubah Menjadi Perkara Hukum
Kasus dugaan korupsi KUR BSI di Kabupaten Ogan Komering Ilir menjadi sorotan karena melibatkan 95 petani tambak udang sebagai penerima pembiayaan.
Baca Juga: Prabowo Pertanyakan Dampak Pertumbuhan Ekonomi, Sudahkah Kesejahteraan Rakyat Benar-Benar Meningkat
Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum, total pembiayaan yang disalurkan mencapai sekitar Rp12,4 miliar pada periode 2022 hingga 2023.
Perkara tersebut kini sedang diperiksa Pengadilan Tipikor Palembang setelah tiga terdakwa resmi dilimpahkan ke persidangan.
Dugaan Penyimpangan Muncul Sejak Tahap Pengajuan Kredit
Jaksa mengungkap pengumpulan data identitas petani dilakukan melalui program kemitraan yang dijalankan PT Karomah Ilahi Mandira.
Baca Juga: Prabowo Pertanyakan Dampak Pertumbuhan Ekonomi, Sudahkah Kesejahteraan Rakyat Benar-Benar Meningkat
Data berupa KTP dan dokumen pendukung lainnya kemudian digunakan dalam proses pengajuan pembiayaan KUR.
Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum menyebut terdapat dugaan petani menandatangani dokumen kosong saat akad pembiayaan berlangsung.
"Dalam proses akad kredit, para petani diminta menandatangani dokumen kosong tanpa penjelasan rinci terkait isi akad pembiayaan," kata Jaksa Penuntut Umum.
Dana Diduga Beralih dari Rekening Para Penerima Kredit
Persidangan juga mengungkap dugaan pengumpulan buku tabungan, kartu ATM, dan PIN milik nasabah setelah pencairan dana.
Artikel Terkait
AHY Resmi Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta Bandung, Fokus Baru Infrastruktur Era Prabowo Dimulai
Rupiah Tertekan Hingga Rekor Baru, Apa Dasar Keyakinan Pemerintah Bahwa Kondisi Akan Segera Membaik Lagi
Agoeslan Capital Group Jajaki Kembali Bisnis Batubara Nikel dan Sawit di Tengah Kebijakan Ekspor Baru
Dilema Hijau Transisi Energi Indonesia, Ancaman E-Waste Baterai EV dan Panel Surya Mulai Mengintai Serius
Kementan Ancam Cabut Izin PKS Nakal, Harga TBS Sawit Mulai Pulih Usai Kepastian Ekspor Nasional
Agung Suryamal Ungkap Strategi Pengusaha Hadapi Pelemahan Rupiah dan Tekanan Ekonomi Global Saat Ini
Kondisi Fiskal Indonesia Disorot, PDIP Ingatkan Utang Negara Dibayar Dengan Utang Di Tengah Tekanan Ekonomi
Kritik Dino Patti Djalal Soal Kunjungan Luar Negeri Prabowo Picu Perdebatan Efektivitas Diplomasi Indonesia
Prabowo Pertanyakan Dampak Pertumbuhan Ekonomi, Sudahkah Kesejahteraan Rakyat Benar-Benar Meningkat
Prabowo Pertanyakan Dampak Pertumbuhan Ekonomi, Sudahkah Kesejahteraan Rakyat Benar-Benar Meningkat