THE BOTTOM LINE:
- AHY resmi ditunjuk Presiden Prabowo sebagai Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung melalui Perpres Nomor 29 Tahun 2026.
- Perubahan kepemimpinan komite menandai penyesuaian struktur pemerintahan sekaligus penguatan pengawasan proyek strategis nasional.
- Penunjukan AHY memperbesar sorotan publik terhadap keberlanjutan operasional Whoosh dan rencana ekspansi kereta cepat nasional.
BISNISNEWS.COM - Apakah penunjukan AHY sebagai Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung menjadi sinyal arah baru pembangunan transportasi nasional?
Mengapa Presiden Prabowo memilih mengganti struktur lama ketika proyek Whoosh masih menghadapi tantangan pembiayaan dan pengembangan jaringan?
Prabowo Percayakan AHY Kawal Masa Depan Proyek Whoosh Nasional
Penunjukan AHY Menandai Babak Baru Pengelolaan Infrastruktur Strategis Nasional
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.812, Ichsanuddin Noorsy Ungkap Sinyal Tekanan Ekonomi Terlihat Pada Sektor Riil
Presiden RI Prabowo Subianto resmi menunjuk Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, sebagai Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung melalui Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2026.
Keputusan tersebut menggantikan struktur sebelumnya yang dipimpin oleh Luhut Binsar Pandjaitan saat masih menjabat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.
Perubahan dilakukan melalui revisi kedua atas Peraturan Presiden Nomor 107 Tahun 2015 mengenai percepatan penyelenggaraan prasarana dan sarana Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
Pemerintah Menyesuaikan Struktur Komite Dengan Kabinet Merah Putih Terkini
Dalam pertimbangan regulasi terbaru disebutkan bahwa penyesuaian dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
“Dalam rangka efektivitas tugas Komite Kereta Cepat Antara Jakarta dan Bandung perlu melakukan penyesuaian susunan keanggotaan Komite,” demikian bunyi pertimbangan dalam Perpres Nomor 29 Tahun 2026.
Aturan tersebut juga menyesuaikan struktur komite dengan susunan kementerian dan lembaga dalam Kabinet Merah Putih pemerintahan Presiden Prabowo.
Tantangan Cost Overrun Dan Pengembangan Jalur Menjadi Sorotan
Komite Kereta Cepat memiliki tugas strategis dalam mengoordinasikan kebijakan, termasuk penyelesaian kewajiban pembiayaan proyek dan dukungan pemerintah terhadap operasional Whoosh.
Artikel Terkait
Dolar AS Dekati Rp18.000, Tekanan Rupiah Bikin Pelaku Usaha Nasional Mulai Tingkatkan Kewaspadaan Finansial
Wamentan Sudaryono Pastikan Ekspor Sawit Tetap Normal Meski Harga TBS Sempat Bergejolak di Berbagai Daerah
Mengapa Rupiah Terus Melemah Saat Inflasi Terkendali, Ini Penjelasan Ekonom Mengenai Kondisi Ekonomi
Warga Pulau Obi Laporkan Harita Group ke Jakarta Usai Banjir Tambang Nikel Terus Berulang Setiap Bulan
Belajar adalah Seperti Sebuah Perahu Kecil yang Melawan Arus, Kalau Tidak Maju, Berarti Mundur
BRI Perluas Layanan Money Changer di Bandara dan Perbatasan, Mudahkan Transaksi Valas Masyarakat Indonesia
PSMTI Yogyakarta Punya Ketua Baru, Musprov III Soroti Regenerasi Kepemimpinan dan Arah Organisasi Daerah
Bahlil Cari Pembuat Lagu MBG Viral, Respons Santainya Justru Memicu Perhatian Publik Lebih Luas Nasional
Rupiah Tembus Rp17.812, Ichsanuddin Noorsy Ungkap Sinyal Tekanan Ekonomi Terlihat Pada Sektor Riil
Prabowo Tunjuk AHY Pimpin Komite Kereta Cepat Jakarta Bandung, Apa Dampaknya Bagi Masa Depan Whoosh Nasional