• Kamis, 4 Juni 2026

POPSI Ingatkan Risiko Monopoli Ekspor Sawit BUMN yang Bisa Tekan Harga TBS Petani Nasional Secara Luas

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Sabtu, 23 Mei 2026 | 13:05 WIB
Ketua Umum POPSI Mansuetus Darto mengingatkan pemerintah agar berhati-hati menyusun aturan ekspor sawit nasional melalui BUMN demi menjaga stabilitas harga TBS petani. (Dok. Kreasi Dola AI )
Ketua Umum POPSI Mansuetus Darto mengingatkan pemerintah agar berhati-hati menyusun aturan ekspor sawit nasional melalui BUMN demi menjaga stabilitas harga TBS petani. (Dok. Kreasi Dola AI )

THE BOTTOM LINE:

  • POPSI menilai rancangan ekspor sawit lewat BUMN berisiko memicu monopoli perdagangan dan tekanan harga TBS petani.
  • Sawit disebut menjadi penopang devisa dan stabilitas rupiah sehingga kebijakan ekspor harus menjaga kompetisi pasar sehat.
  • Industri sawit Indonesia dinilai terlalu strategis karena menopang devisa, ekonomi daerah, dan jutaan keluarga petani nasional.

BISNISNEWS.COM - Apakah tata kelola ekspor sawit satu pintu akan melindungi petani atau justru mempersempit pasar mereka?

Mengapa organisasi petani mengingatkan pemerintah agar tidak mengulang pola monopoli komoditas seperti era BPPC yang pernah merugikan petani nasional?

POPSI Soroti Risiko Monopoli dalam Tata Kelola Ekspor Sawit Nasional

Persatuan Organisasi Petani Sawit Indonesia atau POPSI mengingatkan pemerintah agar berhati-hati menyusun kebijakan ekspor sawit nasional melalui badan usaha milik negara.

Baca Juga: Rupiah Sentuh Rp17.700, BI Tegaskan Kondisi Ekonomi Berbeda dengan Krisis Moneter 1998 Sekarang

Ketua Umum POPSI, Mansuetus Darto, menilai rancangan aturan tersebut berpotensi mengubah struktur perdagangan sawit nasional secara fundamental.

Menurut dia, rancangan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam Strategis membuka ruang munculnya monopoli perdagangan dan praktik rente ekonomi.

Darto mengatakan pembahasan kebijakan strategis tersebut juga dilakukan tanpa pelibatan memadai terhadap petani sawit, koperasi, dan pelaku usaha sawit nasional.

Baca Juga: IHSG Rebound Ditopang Saham Energi dan Barang Baku Setelah Sempat Menyentuh Level Psikologis Penting

Ia menegaskan sawit bukan sekadar komoditas ekspor, melainkan sumber penghidupan jutaan keluarga petani dan penopang ekonomi daerah di Indonesia.

Pemerintah Diingatkan Belajar dari Pengalaman Tata Niaga Cengkeh Nasional

POPSI menilai pola tata kelola ekspor sawit saat ini memiliki kemiripan dengan tata niaga cengkeh pada masa BPPC dahulu.

Menurut Darto, sentralisasi perdagangan cengkeh pada masa lalu menyebabkan petani kehilangan kebebasan menjual hasil panen dan menghadapi penurunan harga.

Baca Juga: BI Ungkap Penyebab Rupiah Melemah Hingga Rp17.700 Per Dolar AS di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Ia menyebut praktik rente berkembang ketika akses perdagangan hanya dikendalikan kelompok tertentu yang dekat dengan kekuasaan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Banny Rachman

Tags

Artikel Terkait

Terkini