THE BOTTOM LINE:
- IHSG anjlok 3,54 persen usai wacana sentralisasi ekspor SDA melalui BUMN eksportir tunggal nasional mencuat.
- Pasar merespons pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia sebagai korporasi khusus ekspor komoditas strategis nasional.
- Rosan Roeslani menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap solid meski pasar modal sedang menghadapi tekanan global.
BISNISNEWS.COM - Apakah pembentukan BUMN eksportir tunggal komoditas SDA akan mengubah peta investasi nasional dan mengganggu mekanisme pasar?
Mengapa IHSG langsung anjlok lebih dari tiga persen setelah pemerintah menyiapkan aturan baru ekspor komoditas strategis nasional?
Sentralisasi Ekspor SDA Picu Tekanan Besar Terhadap Pergerakan IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup melemah 223,56 poin atau 3,54 persen ke level 6.094,94 pada Kamis, 22/05/2026.
Tekanan pasar muncul setelah pelaku investasi merespons rencana pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam.
Regulasi tersebut mencakup pengaturan mengenai BUMN sebagai eksportir tunggal sejumlah komoditas strategis nasional melalui korporasi baru bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia.
Pelaku pasar domestik dan asing menilai kebijakan sentralisasi ekspor berpotensi memengaruhi mekanisme perdagangan komoditas serta arus investasi sektor sumber daya alam.
Baca Juga: Prabowo Desak Reformasi Bea Cukai Setelah Sidang KPK Seret Nama Djaka Budi Utama Dalam Dugaan Suap
Sentimen negatif semakin kuat setelah pasar mencermati pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia sebagai BUMN khusus ekspor komoditas strategis nasional.
Koreksi tajam IHSG kemudian memicu kekhawatiran baru mengenai stabilitas pasar modal Indonesia dalam jangka pendek.
Rosan Roeslani Sebut Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Sangat Solid
Chief Executive Officer (CEO).Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menilai pelemahan IHSG tidak dipengaruhi satu faktor tunggal semata.
Baca Juga: IHSG Tinggalkan Level 6100 Usai Pemerintah Bentuk Badan Pengawas Ekspor Komoditas Strategis Nasional
Menurut Rosan, kondisi pasar modal global dan domestik saat ini memang sedang mengalami tekanan akibat kombinasi sentimen teknikal serta persepsi investor.
Artikel Terkait
Danantara Masuk Ekspor SDA Nasional, Apa Dampaknya Bagi Sawit dan Tambang dalam Skema Baru
Pemerintah Bentuk DSDI Danantara Untuk Kontrol Ekspor SDA dan Jaga Devisa Nasional Indonesia Lebih Ketat
Danantara Masuk Ekspor SDA Nasional, Apa Dampaknya Bagi Sawit dan Tambang dalam Skema Baru
IHSG Tinggalkan Level 6100 Usai Pemerintah Bentuk Badan Pengawas Ekspor Komoditas Strategis Nasional
IHSG Anjlok Setelah Badan Ekspor Dibentuk, Investor Soroti Risiko Baru Pengawasan Komoditas Nasional
Sidang Gugatan Rp20 Miliar Kadin Jawa Barat Ditunda Setelah Erwin Aksa dan Kuasa Hukumnya Absen
Kemenkeu Ungkap Dugaan Manipulasi Ekspor CPO oleh Sepuluh Korporasi Sawit Besar ke Amerika Serikat
Kemenkeu Ungkap Dugaan Manipulasi Ekspor CPO oleh Sepuluh Korporasi Sawit Besar ke Amerika Serikat
Prabowo Desak Reformasi Bea Cukai Setelah Sidang KPK Seret Nama Djaka Budi Utama Dalam Dugaan Suap
Pemerintah Siapkan Sosialisasi Aturan Baru Ekspor SDA Sebelum Skema Eksportir Tunggal Berlaku Resmi Mulai Juni