• Kamis, 4 Juni 2026

IHSG Anjlok Setelah Rencana BUMN Ekspor SDA Muncul, Investor Soroti Risiko Regulasi Baru Nasional

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Jumat, 22 Mei 2026 | 12:19 WIB
Gambar IHSG Turun. Tekanan pasar terhadap IHSG semakin besar setelah MSCI menghapus enam saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index nasional. (Dok. Kreasi Dola AI)
Gambar IHSG Turun. Tekanan pasar terhadap IHSG semakin besar setelah MSCI menghapus enam saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index nasional. (Dok. Kreasi Dola AI)

“Ada faktor teknikal dan persepsi, tapi kalau kita lihat fundamentalnya, insya Allah fundamental ekonomi Indonesia bagus,” ujar Rosan di Jakarta, Kamis, 22/05/2026.

Rosan mengatakan pemerintah dan pelaku usaha tetap berfokus pada prospek investasi jangka panjang dibandingkan gejolak pasar jangka pendek.

Baca Juga: Kemenkeu Ungkap Dugaan Manipulasi Ekspor CPO oleh Sepuluh Korporasi Sawit Besar ke Amerika Serikat

Ia menambahkan kinerja perbankan Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara masih menunjukkan performa kuat dengan imbal hasil berkisar 10 hingga 11 persen.

Menurut Rosan, fundamental ekonomi nasional masih ditopang sektor keuangan yang relatif stabil di tengah tekanan pasar modal regional.

MSCI dan Sentimen Global Tambah Beban Pasar Modal Domestik Indonesia

Selain isu sentralisasi ekspor SDA, pasar juga merespons keputusan Morgan Stanley Capital International atau MSCI terkait indeks saham Indonesia.

Baca Juga: Kemenkeu Ungkap Dugaan Manipulasi Ekspor CPO oleh Sepuluh Korporasi Sawit Besar ke Amerika Serikat

MSCI sebelumnya mengeluarkan enam saham Indonesia dari daftar MSCI Global Standard Index yang menjadi acuan investor institusi global.

Keputusan tersebut dinilai memperbesar tekanan jual asing terhadap pasar modal domestik dalam beberapa hari terakhir.

Latar belakang itu memperkuat sentimen negatif ketika pemerintah mulai membahas penguatan tata kelola ekspor melalui korporasi BUMN khusus.

Baca Juga: Sidang Gugatan Rp20 Miliar Kadin Jawa Barat Ditunda Setelah Erwin Aksa dan Kuasa Hukumnya Absen

Dalam sejumlah pemberitaan sebelumnya, isu perubahan tata kelola ekspor komoditas strategis memang sering memengaruhi sentimen pasar dan saham berbasis sumber daya alam.

Pelaku pasar biasanya mencermati dampak kebijakan baru terhadap fleksibilitas ekspor, margin korporasi, serta kepastian usaha jangka panjang.

Pemerintah Fokus Menjaga Kepercayaan Investor dan Stabilitas Pasar Nasional

Rosan menegaskan pendekatan investasi harus dilihat melalui perspektif jangka panjang dan bukan hanya berdasarkan volatilitas harian IHSG.

Baca Juga: IHSG Anjlok Setelah Badan Ekspor Dibentuk, Investor Soroti Risiko Baru Pengawasan Komoditas Nasional

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Banny Rachman

Tags

Artikel Terkait

Terkini