• Kamis, 4 Juni 2026

IHSG Tinggalkan Level 6100 Usai Pemerintah Bentuk Badan Pengawas Ekspor Komoditas Strategis Nasional

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Jumat, 22 Mei 2026 | 05:10 WIB
Gambar IHSG Turun. Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia melemah setelah pasar merespons kebijakan baru pengawasan ekspor nasional. (Dok. Kreasi Dola AI)
Gambar IHSG Turun. Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia melemah setelah pasar merespons kebijakan baru pengawasan ekspor nasional. (Dok. Kreasi Dola AI)

THE BOTTOM LINE:

  • Gejolak IHSG muncul setelah pemerintah memperkuat pengawasan perdagangan ekspor komoditas strategis nasional.
  • Kebijakan badan ekspor baru disebut bertujuan memperbaiki transparansi transaksi dan meningkatkan penerimaan devisa negara.
  • Pelaku pasar masih menunggu kepastian implementasi agar stabilitas investasi dan perdagangan nasional tetap terjaga.

BISNISNEWS.COM - Mengapa pasar langsung bereaksi keras setelah pemerintah membentuk badan pengawas ekspor komoditas strategis nasional?

Apakah penurunan IHSG mencerminkan kepanikan sesaat atau sinyal kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia?

Pembentukan badan pengelola ekspor di bawah PT Danantara Sumberdaya Indonesia memicu tekanan besar terhadap pasar saham domestik pada Kamis, 21/05/2026.

Baca Juga: Pemerintah Bentuk DSDI Danantara Untuk Kontrol Ekspor SDA dan Jaga Devisa Nasional Indonesia Lebih Ketat

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG tercatat turun 3,67 persen dan meninggalkan level psikologis 6.100 setelah investor merespons pembentukan lembaga baru tersebut.

Pelemahan pasar terjadi ketika pelaku investasi mencoba membaca dampak kebijakan pengawasan ekspor terhadap korporasi komoditas nasional.

Pemerintah Klaim Kebijakan Baru Demi Menutup Kebocoran Devisa Nasional

Pemerintah menegaskan badan ekspor baru dibentuk untuk memperkuat pengawasan perdagangan komoditas strategis seperti batu bara dan minyak sawit.

Baca Juga: Danantara Masuk Ekspor SDA Nasional, Apa Dampaknya Bagi Sawit dan Tambang dalam Skema Baru

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pasar kemungkinan belum memahami tujuan utama pembentukan lembaga tersebut.

Menurut Purbaya, kebijakan itu bertujuan mengurangi praktik under invoicing yang selama ini diduga membuat devisa hasil ekspor tersimpan di luar negeri.

Ia menjelaskan sistem baru akan memperkuat transparansi transaksi ekspor sehingga nilai perdagangan tercatat sesuai harga pasar sebenarnya.

Baca Juga: Kasus KPR BTN Karawang Naik Penyidikan, Dugaan Manipulasi Data Debitur Jadi Sorotan Publik Nasional Hari Ini

Purbaya juga menyebut reformasi tata kelola tersebut justru berpotensi meningkatkan valuasi korporasi terbuka karena laba tercatat lebih akurat.

Pernyataan itu disampaikan setelah IHSG mengalami tekanan tajam usai pengumuman pembentukan badan pengelola ekspor nasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Banny Rachman

Tags

Artikel Terkait

Terkini