• Kamis, 4 Juni 2026

Rupiah Sentuh Rp17.700, BI Tegaskan Kondisi Ekonomi Berbeda dengan Krisis Moneter 1998 Sekarang

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:30 WIB
Bank Indonesia  menjelaskan kondisi rupiah melemah ke Rp17.700 per Dolar AS dalam Jogja Financial Festival 2026. (Dok. Kreasi Dola AI)
Bank Indonesia menjelaskan kondisi rupiah melemah ke Rp17.700 per Dolar AS dalam Jogja Financial Festival 2026. (Dok. Kreasi Dola AI)

 

THE BOTTOM LINE:

  • Rupiah melemah 5,5 persen ke Rp17.700 per Dolar AS, BI pastikan kondisi berbeda dibanding krisis moneter 1998.
  • Bank Indonesia lakukan intervensi valas dan pembelian SBN demi menjaga stabilitas pasar keuangan nasional tetap terkendali.
  • Defisit transaksi berjalan dan perlambatan arus modal asing menjadi faktor utama tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

BISNSINEWS.COM - Apakah pelemahan rupiah menuju Rp17.700 per Dolar AS menjadi sinyal krisis baru bagi ekonomi Indonesia?

Mengapa Bank Indonesia justru menegaskan kondisi saat ini berbeda jauh dibanding krisis moneter 1998 yang menghantam sektor keuangan nasional?

Rupiah Melemah Ke Rp17.700, BI Tegaskan Stabilitas Ekonomi Indonesia Tetap Terjaga

Nilai tukar rupiah kembali menjadi perhatian publik setelah menyentuh level Rp17.700 per Dolar AS pada Jumat, 22/5/2026.

Baca Juga: IHSG Rebound Ditopang Saham Energi dan Barang Baku Setelah Sempat Menyentuh Level Psikologis Penting

Deputi Gubernur Aida S Budiman menyebut pelemahan rupiah sejak awal tahun mencapai sekitar 5,5 persen dibanding posisi Rp16.680-an.

Menurut Aida, kondisi tersebut belum mencerminkan tekanan ekstrem seperti krisis moneter 1997-1998 yang membuat rupiah anjlok drastis dalam waktu singkat.

Aida menjelaskan Bank Indonesia saat ini lebih fokus menjaga stabilitas pasar dibanding mempertahankan level kurs tertentu secara mutlak.

Baca Juga: BI Ungkap Penyebab Rupiah Melemah Hingga Rp17.700 Per Dolar AS di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Ia mengatakan gejolak nilai tukar masih berada dalam pengawasan otoritas moneter melalui berbagai instrumen stabilisasi pasar keuangan domestik.

Intervensi Valas Besar Dilakukan Demi Menahan Gejolak Pasar Domestik

Bank Indonesia telah melakukan intervensi valuta asing dalam jumlah besar di pasar domestik maupun pasar luar negeri.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan permintaan dan penawaran Dolar AS di tengah tekanan global terhadap mata uang emerging markets.

Baca Juga: Viral Dugaan Kebocoran Data Mobile Banking BCA di Dark Web, Isu Peretasan Picu Kekhawatiran Nasabah

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini