• Kamis, 4 Juni 2026

Pemerintah Turunkan Harga Pupuk 20 Persen, Strategi Jaga Produksi Pangan di Tengah Krisis Global Dunia

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Selasa, 5 Mei 2026 | 16:07 WIB
Distribusi pupuk subsidi dipercepat hingga desa guna memastikan kebutuhan petani terpenuhi tepat waktu musim tanam. (Dok. Kreasi Dola AI)
Distribusi pupuk subsidi dipercepat hingga desa guna memastikan kebutuhan petani terpenuhi tepat waktu musim tanam. (Dok. Kreasi Dola AI)

 

THE BOTTOM LINE:

  • Penurunan harga pupuk 20 persen jadi strategi pemerintah menjaga produksi pangan di tengah krisis pupuk global yang memicu lonjakan harga signifikan.
  • Kebijakan ini menekan biaya produksi petani sekaligus menjaga daya tanam pada musim 2026 di tengah tekanan rantai pasok global.
  • Langkah terintegrasi hulu hingga hilir memperkuat ketahanan pangan nasional dan menjaga stabilitas harga komoditas domestik

BISNISNEWS.COM - Apakah penurunan harga pupuk 20 persen cukup menahan dampak krisis global yang mulai menghantam sektor pangan?

Mampukah kebijakan ini benar-benar menjaga produksi petani di tengah lonjakan harga internasional dan gangguan distribusi dunia?

Strategi Turunkan Harga Pupuk Subsidi di Tengah Ancaman Krisis Global

Pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen untuk menjaga produksi pangan nasional di tengah tekanan global.

Baca Juga: Inflasi April 2026 Stabil Meski Tarif Transportasi Naik, Apa Dampaknya Bagi Daya Beli Masyarakat Indonesia

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan kebijakan ini merupakan langkah antisipatif menghadapi potensi krisis pupuk dunia yang mulai terlihat sejak awal 2026.

“Presiden Prabowo sejak awal sudah melihat dunia menuju ketidakstabilan dan memerintahkan kami mengantisipasi krisis melalui kebijakan,” ujar Amran, Sabtu (3/5/2026).

Kebijakan ini muncul setelah harga urea global melonjak lebih dari 40 persen akibat penutupan Selat Hormuz dan pembatasan ekspor pupuk oleh Tiongkok.

Baca Juga: Aturan Baru Ekspor Pemerintah Bisa Cabut Izin Eksportir, Ini Dampaknya Bagi Dunia Usaha Nasional Indonesia

Situasi tersebut berdampak langsung pada negara Asia Tenggara yang bergantung pada impor pupuk untuk menjaga produksi pangan domestik.

Dampak Langsung Penurunan Harga Pupuk Terhadap Biaya Produksi Petani Nasional

Penurunan harga pupuk mencakup jenis urea, NPK, dan ZA yang menjadi kebutuhan utama petani dalam musim tanam 2026.

Kebijakan ini diperkirakan mampu menurunkan biaya produksi petani hingga ratusan ribu rupiah per hektare setiap musim tanam.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Berpotensi Naik Tajam, Bos ExxonMobil Ungkap Risiko Geopolitik dan Pasokan Global

Selain itu, lebih dari 16 juta petani mendapat akses pupuk yang lebih terjangkau dan terjamin ketersediaannya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini