THE BOTTOM LINE:
- Inflasi April 2026 tetap terkendali di 0,13 persen meski tekanan dari sektor transportasi meningkat signifikan secara nasional.
- Kenaikan tarif angkutan udara dan bensin menjadi faktor utama inflasi, namun tertahan oleh penurunan harga bahan pangan strategis.
- Stabilitas inflasi menunjukkan daya tahan ekonomi domestik di tengah dinamika harga energi dan distribusi logistik nasional
BISNISNEWS.COM - Apakah kenaikan tarif transportasi mulai membebani pengeluaran masyarakat di tengah stabilnya inflasi nasional?
Mengapa harga pangan justru turun saat biaya perjalanan melonjak, dan apa dampaknya bagi daya beli?
Transportasi Jadi Pemicu Utama Inflasi April 2026 Nasional Indonesia
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi April 2026 sebesar 0,13 persen secara bulanan, dengan Indeks Harga Konsumen naik dari 110,95 menjadi 111,09.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyebut sektor transportasi menjadi penyumbang terbesar inflasi dengan kontribusi signifikan terhadap angka nasional.
Kenaikan tarif angkutan udara dan harga bensin menjadi faktor dominan, di mana tarif penerbangan menyumbang 0,11 persen dan bensin sebesar 0,02 persen.
Fenomena ini menunjukkan sensitivitas inflasi terhadap biaya mobilitas masyarakat, terutama pada periode dengan aktivitas perjalanan yang meningkat.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Berpotensi Naik Tajam, Bos ExxonMobil Ungkap Risiko Geopolitik dan Pasokan Global
Penurunan Harga Pangan Menjadi Penyeimbang Tekanan Inflasi Bulanan
Di tengah tekanan transportasi, kelompok makanan, minuman, dan tembakau justru mengalami deflasi sebesar 0,20 persen yang membantu menahan inflasi keseluruhan.
Komoditas seperti daging ayam ras, cabai rawit, dan telur ayam ras mencatat penurunan harga signifikan yang berdampak langsung pada stabilitas harga.
Ateng Hartono menjelaskan bahwa daging ayam ras memberikan andil deflasi 0,11 persen, sementara cabai rawit dan telur masing-masing 0,06 persen dan 0,04 persen.
Baca Juga: Respons Buruh Soal Program Makan Bergizi Gratis Saat May Day Picu Evaluasi Implementasi Pemerintah
Penurunan harga pangan ini menjadi bantalan penting bagi daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan menengah yang sensitif terhadap harga kebutuhan pokok.
Artikel Terkait
Tiongkok Tolak Sanksi Amerika Serikat Atas Kilang Minyak Iran Picu Ketegangan Energi Global Dunia
Konflik Energi Global Memanas Setelah Tiongkok Kritik Sanksi Amerika Serikat Terhadap Kilang Minyak Iran
Tiongkok Kritik Keras Sanksi Amerika Serikat Pada Kilang Iran, Ancaman Baru Stabilitas Energi Global
Sanksi Amerika Serikat Atas Iran Ditolak Tiongkok, Bisa Picu Kekhawatiran Gangguan Pasokan Minyak Dunia
Komunikasi Krisis Korporasi Saat Outlook Negatif Mengguncang Kepercayaan Investor dan Stabilitas Pasar Global
APPRI Rilis Survei Tren Belanja Jasa PR 2026, Ungkap Perubahan Strategi Komunikasi Korporasi Indonesia
Respons Buruh Soal Program Makan Bergizi Gratis Saat May Day Picu Evaluasi Implementasi Pemerintah
MBG Harus Jalan Terus Saat Kepercayaan Publik Turun, Agus Sulistriyono Soroti Kepemimpinan BGN
Harga Minyak Dunia Berpotensi Naik Tajam, Bos ExxonMobil Ungkap Risiko Geopolitik dan Pasokan Global
Aturan Baru Ekspor Pemerintah Bisa Cabut Izin Eksportir, Ini Dampaknya Bagi Dunia Usaha Nasional Indonesia