• Kamis, 4 Juni 2026

Inflasi April 2026 Stabil Meski Tarif Transportasi Naik, Apa Dampaknya Bagi Daya Beli Masyarakat Indonesia

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Selasa, 5 Mei 2026 | 14:24 WIB
Data BPS menunjukkan inflasi April 2026 tetap terkendali di tengah kenaikan tarif transportasi nasional dan penurunan harga bahan pangan strategis. (Dok. Kreasi Dola AI)
Data BPS menunjukkan inflasi April 2026 tetap terkendali di tengah kenaikan tarif transportasi nasional dan penurunan harga bahan pangan strategis. (Dok. Kreasi Dola AI)

Komponen Inti dan Harga Diatur Pemerintah Ikut Mengalami Kenaikan

Inflasi inti tercatat sebesar 0,23 persen yang dipicu kenaikan harga minyak goreng, makanan siap saji, serta barang elektronik seperti ponsel dan laptop.

Sementara itu, komponen harga yang diatur pemerintah meningkat 0,69 persen akibat penyesuaian tarif transportasi, bahan bakar, dan rokok.

Baca Juga: Konflik Energi Global Memanas Setelah Tiongkok Kritik Sanksi Amerika Serikat Terhadap Kilang Minyak Iran

Kombinasi kenaikan ini mencerminkan tekanan dari sisi permintaan dan kebijakan yang memengaruhi struktur harga secara luas.

Meski demikian, tekanan tersebut belum cukup kuat untuk mendorong inflasi keluar dari kisaran terkendali.

Distribusi Inflasi Regional Tunjukkan Ketimpangan Antar Wilayah Indonesia

Secara geografis, sebanyak 30 provinsi mengalami inflasi, sementara delapan provinsi lainnya mencatat deflasi selama April 2026.

Baca Juga: APPRI Rilis Survei Tren Belanja Jasa PR 2026, Ungkap Perubahan Strategi Komunikasi Korporasi Indonesia

Inflasi tertinggi terjadi di Papua Barat sebesar 2,00 persen, menunjukkan tekanan harga yang lebih besar dibandingkan wilayah lain.

Sebaliknya, Maluku mencatat deflasi terdalam sebesar 0,17 persen yang mencerminkan penurunan harga komoditas tertentu di daerah tersebut.

Perbedaan ini menegaskan adanya variasi kondisi ekonomi regional yang dipengaruhi distribusi logistik dan ketersediaan pasokan.

Baca Juga: Komunikasi Krisis Korporasi Saat Outlook Negatif Mengguncang Kepercayaan Investor dan Stabilitas Pasar Global

Stabilitas Inflasi Nasional Jadi Sinyal Positif Bagi Ekonomi Domestik

Secara tahunan sejak awal tahun, inflasi mencapai 1,06 persen yang masih berada dalam rentang aman bagi stabilitas ekonomi nasional.

Kondisi ini menunjukkan keseimbangan antara tekanan harga dan faktor penahan inflasi yang masih terjaga dengan baik.

Dalam konteks pemberitaan sebelumnya, inflasi Indonesia relatif stabil dibandingkan tekanan global yang dipicu fluktuasi energi dan rantai pasok.

Baca Juga: Tiongkok Kritik Keras Sanksi Amerika Serikat Pada Kilang Iran, Ancaman Baru Stabilitas Energi Global

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini