• Kamis, 4 Juni 2026

APPRI Rilis Survei Tren Belanja Jasa PR 2026, Ungkap Perubahan Strategi Komunikasi Korporasi Indonesia

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Senin, 4 Mei 2026 | 14:11 WIB
Kiri ke kanan Natalia Widiasari  (Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Unika Atma Jaya), Sari Soegondo (Ketua Umum APPRI), Farida Makhmudah (Plt Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Perhubungan), Indriani Siswati (Deputy Head of Corporate Communications, PT. Merdeka Copper Gold), dan E (Dok. APPRI)
Kiri ke kanan Natalia Widiasari (Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Unika Atma Jaya), Sari Soegondo (Ketua Umum APPRI), Farida Makhmudah (Plt Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Perhubungan), Indriani Siswati (Deputy Head of Corporate Communications, PT. Merdeka Copper Gold), dan E (Dok. APPRI)

THE BOTTOM LINE:

  • Kesadaran pimpinan korporasi terhadap pentingnya komunikasi strategis masih terbatas akibat tekanan biaya dan inflasi nasional meningkat
  • Studi APPRI menunjukkan pergeseran peran PR menuju fungsi strategis berbasis data, reputasi, dan dampak bisnis terukur
  • Optimisme industri PR tetap tinggi dengan mayoritas responden yakin pertumbuhan sektor akan meningkat dalam tiga hingga lima tahun

BISNISNEWS.COM - Bagaimana korporasi bertahan saat tekanan ekonomi global menekan anggaran komunikasi dan reputasi bisnis?

Apakah strategi public relations masih relevan ketika dampak langsung terhadap kinerja keuangan semakin dituntut secara nyata?

APPRI Rilis Survei PR 2026 Ungkap Perubahan Strategi Komunikasi Korporasi

Asosiasi Perusahaan Public Relations Indonesia (APPRI)merilis studi terbaru mengenai tren belanja jasa PR 2026 untuk membantu pelaku industri membaca arah perubahan komunikasi bisnis nasional.

Baca Juga: Komunikasi Krisis Korporasi Saat Outlook Negatif Mengguncang Kepercayaan Investor dan Stabilitas Pasar Global

Studi yang digarap bersama Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya ini menjadi salah satu pemetaan empiris pertama terkait perilaku pengguna jasa PR di Indonesia.

Peluncuran riset tersebut dilakukan pada Senin (28/04/2026) di Jakarta dengan melibatkan pelaku industri, akademisi, serta perwakilan korporasi lintas sektor.

Ketua Umum APPRI, Sari Soegondo, menegaskan riset ini penting sebagai panduan strategis bagi konsultan komunikasi menghadapi tekanan ekonomi global.

Baca Juga: Tiongkok Kritik Keras Sanksi Amerika Serikat Pada Kilang Iran, Ancaman Baru Stabilitas Energi Global

Ia menyebut kebutuhan pemetaan ini semakin mendesak karena perubahan lanskap bisnis menuntut komunikasi yang lebih terukur dan berdampak nyata.

Tekanan Inflasi dan Geopolitik Ubah Prioritas Komunikasi Bisnis Nasional

Latar belakang studi ini tidak lepas dari tekanan global seperti konflik Timur Tengah yang berdampak pada kenaikan harga energi.

Penutupan Selat Hormuz memicu lonjakan harga BBM yang berdampak pada inflasi domestik dan daya beli masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Tiongkok Tolak Sanksi Amerika Serikat Atas Kilang Minyak Iran Picu Ketegangan Energi Global Dunia

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Maret 2026 mencapai 0,41 persen, sementara inflasi tahunan Januari menyentuh 3,55 persen.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini