• Kamis, 4 Juni 2026

Ketahanan Pangan Indonesia Tetap Aman Meski Konflik Timur Tengah Ganggu Jalur Perdagangan Global Saat Ini

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Selasa, 28 April 2026 | 15:07 WIB
Distribusi logistik pangan nasional tetap terkendali tanpa gangguan jalur perdagangan internasional utama (Dok. Bapanas)
Distribusi logistik pangan nasional tetap terkendali tanpa gangguan jalur perdagangan internasional utama (Dok. Bapanas)

THE BOTTOM LINE:

  • Ketahanan pangan Indonesia tetap aman meski konflik Timur Tengah ganggu jalur perdagangan global saat ini.
  • Pasokan 11 pangan pokok strategis surplus hingga Juni 2026 menurut Badan Pangan Nasional
  • Sumber impor pangan Indonesia tidak berasal dari kawasan konflik sehingga risiko gangguan distribusi rendah

BISNISNEWS.COM - Apakah konflik Timur Tengah benar-benar mengancam pasokan pangan Indonesia saat ini?

Mengapa pemerintah justru memastikan stok pangan nasional tetap aman meski jalur perdagangan global terganggu?

Ketahanan Pangan Nasional Tetap Stabil di Tengah Gejolak Global

Pemerintah memastikan ketahanan pangan nasional tetap aman meski ketegangan geopolitik di Timur Tengah mengganggu jalur perdagangan internasional melalui Selat Hormuz sejak awal 2026.

Baca Juga: Pemerintah Cari Alternatif LPG DME dan CNG untuk Kurangi Impor Energi Nasional Indonesia Secara Bertahap

Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional, Sarwo Edhy, menyampaikan bahwa ketersediaan 11 pangan pokok strategis masih dalam kondisi surplus hingga Juni 2026.

Ia menegaskan, Indonesia belum merasakan dampak signifikan dari konflik tersebut karena jalur impor pangan utama tidak melalui kawasan terdampak.

“Kemudian pengaruh perang, kaitan dengan pangan, Indonesia belum merasakan ada dampaknya karena ketersediaan sangat cukup,” ujar Sarwo Edhy di Jakarta, Senin (27/04/2026).

Baca Juga: Jumhur Hidayat Jadi Menteri Lingkungan Hidup, Akankah Idealisme Aktivis Bertahan dalam Tekanan Politik

Sumber Impor Pangan Indonesia Tidak Bergantung Kawasan Konflik Timur Tengah

Pemerintah menjelaskan bahwa sumber impor pangan strategis Indonesia berasal dari negara yang tidak terdampak konflik Selat Hormuz.

Kedelai diimpor dari Amerika Serikat, daging kerbau dari India, sapi dari Australia, dan bawang putih dari Tiongkok.

Kondisi ini membuat distribusi pangan tetap stabil tanpa gangguan signifikan dari konflik global yang terjadi.

Baca Juga: Laba Permata Bank Capai Rp920 Miliar Pada Kuartal Pertama 2026, Strategi Korporasi Mampu Jaga Pertumbuhan

Sarwo Edhy menyebut strategi diversifikasi sumber impor menjadi faktor penting menjaga stabilitas pasokan pangan nasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini