• Kamis, 4 Juni 2026

Laba Permata Bank Capai Rp920 Miliar Pada Kuartal Pertama 2026, Strategi Korporasi Mampu Jaga Pertumbuhan

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Selasa, 28 April 2026 | 08:48 WIB
Permata Bank mencatat laba Rp920 miliar pada kuartal pertama 2026, didorong strategi kredit selektif dan transformasi digital yang memperkuat kinerja di tengah tantangan ekonomi global. (Dok. permatabank.com)
Permata Bank mencatat laba Rp920 miliar pada kuartal pertama 2026, didorong strategi kredit selektif dan transformasi digital yang memperkuat kinerja di tengah tantangan ekonomi global. (Dok. permatabank.com)

THE BOTTOM LINE:

  • Permata Bank mencatat laba Rp920 miliar Q1 2026, tumbuh 16,6 persen didorong kredit berkualitas dan efisiensi operasional
  • Direktur Keuangan Permata Bank menegaskan strategi digital dan manajemen risiko jadi kunci menjaga kinerja tetap stabil
  • Kinerja ini menunjukkan ketahanan sektor perbankan nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tekanan eksternal

BISNISNEWS.COM - Apakah pertumbuhan laba bank masih berkelanjutan saat tekanan global belum mereda dan suku bunga masih fluktuatif?

Mengapa Permata Bank mampu mencetak kinerja solid ketika banyak sektor lain justru melambat pada awal 2026?

Kinerja Laba Permata Bank Kuartal Pertama Tumbuh Konsisten Tahun Ini

Permata Bank membukukan laba bersih Rp920 miliar pada kuartal pertama 2026, tumbuh 16,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Indonesia Masuk Negara Tahan Krisis Energi Global 2026, Ini Penjelasan Strategi Ketahanan Energi Pemerintah

Pencapaian ini mencerminkan kekuatan fundamental korporasi dalam menjaga pertumbuhan bisnis di tengah dinamika ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil.

Kinerja positif tersebut sekaligus memperkuat posisi korporasi sebagai salah satu pemain penting di industri perbankan nasional yang kompetitif.

Strategi Kredit Selektif dan Digitalisasi Jadi Kunci Pertumbuhan Bisnis

Direktur Keuangan Permata Bank Meliza M Rusli menyampaikan bahwa pertumbuhan laba ditopang penyaluran kredit yang selektif dan fokus pada sektor berkualitas.

Baca Juga: Indonesia Terdampak Perubahan Indeks J.P. Morgan, Saat Arab Saudi Filipina Masuk Pasar Obligasi Global

Ia menegaskan bahwa transformasi digital menjadi faktor penting dalam meningkatkan efisiensi layanan serta memperluas akses nasabah ke berbagai produk keuangan.

Kombinasi strategi ini dinilai mampu menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan pengelolaan risiko secara berkelanjutan.

Efisiensi Operasional dan Manajemen Risiko Perkuat Stabilitas Keuangan Korporasi

Korporasi juga mencatat peningkatan efisiensi operasional yang berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan laba bersih pada awal tahun ini.

Baca Juga: Reformasi Free Float Indonesia Diakui MSCI, Ini Momentum Baru Masuknya Investasi Asing Besar Ke Pasar Saham

Pengendalian biaya dilakukan secara disiplin tanpa mengurangi kualitas layanan, sehingga tetap menjaga kepuasan dan loyalitas nasabah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini