THE BOTTOM LINE:
- Indonesia dinilai paling tahan guncangan energi global versi JP Morgan Asset Management, memperkuat legitimasi kebijakan energi nasional jangka panjang.
- Ketahanan energi memberi ruang fiskal lebih stabil bagi APBN 2026 dan membantu menjaga daya beli masyarakat serta dunia usaha.
- Pemerintah tetap waspada dengan memperkuat produksi migas domestik dan mempercepat transisi energi berbasis energi terbarukan
BISNISNEWS.COM - Apakah Indonesia benar-benar kebal dari gejolak energi global saat harga komoditas terus berfluktuasi tajam?
Sejauh mana ketahanan energi nasional mampu menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi di tengah tekanan global?
Strategi Ketahanan Energi Nasional Dinilai Semakin Teruji Saat Ini
Pemerintah menilai ketahanan energi Indonesia semakin kuat setelah laporan Eye on the Market dari JP Morgan Asset Management menempatkan Indonesia sebagai negara paling resilien kedua terhadap guncangan energi global 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan hasil tersebut mencerminkan konsistensi kebijakan pemerintah dalam menjaga keseimbangan energi domestik dan transisi energi.
“Hasil ini bukan sekadar apresiasi atas kondisi saat ini, melainkan validasi atas pilihan kebijakan jangka panjang pemerintah,” ujar Airlangga di Jakarta, Jumat.
Penilaian tersebut muncul di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat dinamika geopolitik dan volatilitas harga energi yang memengaruhi banyak negara berkembang.
Ruang Fiskal APBN Lebih Terkendali di Tengah Gejolak Global
Posisi Indonesia dalam laporan tersebut dinilai memberikan ruang fiskal yang lebih stabil bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
Ketahanan energi memungkinkan pemerintah menekan dampak lonjakan harga energi global terhadap subsidi dan menjaga keseimbangan fiskal secara lebih terkendali.
Selain itu, stabilitas ini membantu menjaga daya beli masyarakat serta keberlanjutan aktivitas dunia usaha di tengah tekanan eksternal yang meningkat.
Baca Juga: Kehadiran Prabowo di Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju Jadi Sorotan Publik dan Tokoh Nasional
Kondisi tersebut menjadi penting mengingat pengalaman sebelumnya saat lonjakan harga energi global berdampak langsung pada inflasi dan beban fiskal nasional.
Artikel Terkait
Bobibos Belum Penuhi Standar, Kementerian ESDM Wajibkan Uji Teknis Lemigas Sebelum Masuk Pasar Energi
Pemerintah Perketat Penegakan Pajak Bentuk Tim Khusus Kejar 40 Korporasi Penunggak Tingkatkan Kepatuhan
Menkeu Purbaya Tegaskan Penindakan Pajak Diperkuat, 40 Korporasi Dibidik Tim Khusus Independen
Reshuffle Kabinet Prabowo Hari Ini 27 April 2026, Daftar Nama Menteri Baru Mulai Terungkap ke Publik
Kabar Reshuffle Kabinet Prabowo Menguat Hari Ini Ini, Prediksi Menteri Baru dan Dampaknya Bagi Pemerintahan
Rupiah Melemah Ke Rp17.300, Apakah Narasi Undervalued Masih Relevan di Tengah Tekanan Ekonomi Global
Prabowo Subianto Hadiri Resepsi Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju, Ungkap Kedekatan dengan Ahmad Dhani
Kehadiran Prabowo di Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju Jadi Sorotan Publik dan Tokoh Nasional
Reformasi Free Float Indonesia Diakui MSCI, Ini Momentum Baru Masuknya Investasi Asing Besar Ke Pasar Saham
Indonesia Terdampak Perubahan Indeks J.P. Morgan, Saat Arab Saudi Filipina Masuk Pasar Obligasi Global