THE BOTTOM LINE:
- Rupiah menyentuh Rp17.300 per Dolar AS, narasi undervalued kembali muncul di tengah tekanan pasar global.
- Tren depresiasi sejak 2014 memicu pertanyaan soal akurasi nilai wajar rupiah yang terus dipertahankan.
- Ketergantungan pada modal asing dan struktur ekonomi lemah jadi sorotan utama dalam pelemahan rupiah
BISNSINEWS.COM - Apakah pelemahan rupiah hingga Rp17.300 per dolar AS benar sekadar gejolak global sementara?
Mengapa narasi “undervalued” terus diulang selama lebih dari satu dekade tanpa perubahan tren signifikan?
Narasi Rupiah Undervalued Kembali Muncul Saat Tekanan Nilai Tukar
Nilai tukar rupiah kembali menyentuh kisaran Rp17.300 per dolar AS pada Jumat (24/04/2026), memicu kekhawatiran pelaku pasar dan masyarakat luas.
Baca Juga: Reshuffle Kabinet Prabowo Hari Ini 27 April 2026, Daftar Nama Menteri Baru Mulai Terungkap ke Publik
Di tengah tekanan tersebut, narasi lama kembali muncul bahwa rupiah berada di bawah nilai wajarnya atau undervalued.
Narasi ini bukan hal baru, karena telah berulang sejak 2014 setiap kali rupiah mengalami tekanan signifikan akibat dinamika global.
Anthony Budiawan, Managing Director PEPS (Political Economy and Policy Studies), menilai pola komunikasi tersebut terus digunakan untuk meredam kepanikan pasar.
Ia menyatakan bahwa narasi undervalued telah menjadi alat komunikasi, bukan lagi refleksi analisis fundamental yang objektif.
Fundamental Ekonomi Kuat Namun Struktur Masih Menyimpan Kerentanan
Secara makro, indikator ekonomi Indonesia menunjukkan stabilitas dengan inflasi terkendali dan pertumbuhan relatif konsisten.
Namun di balik itu, terdapat tekanan struktural yang dinilai belum terselesaikan secara menyeluruh dalam jangka panjang.
Baca Juga: ESDM Minta Bobibos Uji Teknis Lemigas Sebelum Dipasarkan, Ini Alasan Pentingnya Standarisasi Energi
Cadangan devisa, misalnya, masih sangat dipengaruhi oleh aliran utang dan investasi asing yang bersifat jangka pendek.
Artikel Terkait
Kasus Korupsi Sritex Rp1,3 Triliun, Jaksa Tuntut Eks Direksi 16 Tahun Penjara di Pengadilan Tipikor
Mengapa Rupiah Melemah Saat Ekonomi Indonesia Kuat, Penjelasan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Terbaru
Isu Pajak Kapal Selat Malaka Dibantah, Ini Sikap Pemerintah Soal Kebebasan Navigasi Internasional
Pemerintah Tegaskan Tak Ada Pajak Kapal di Selat Malaka Ini Penjelasan Resmi Menteri Keuangan Indonesia
Donald Trump Dievakuasi Usai Tembakan Terdengar di Acara Gedung Putih, Ini Kronologi Lengkapnya
Suara Tembakan di Gedung Putih Picu Evakuasi Donald Trump dalam Acara Jurnalis Resmi Washington
Jika Iran Kalah Perang, Bagaimana AS dan Israel Membentuk Timur Tengah Baru Secara Geopolitik Global
ESDM Minta Bobibos Uji Teknis Lemigas Sebelum Dipasarkan, Ini Alasan Pentingnya Standarisasi Energi
Pemerintah Perketat Penegakan Pajak Bentuk Tim Khusus Kejar 40 Korporasi Penunggak Tingkatkan Kepatuhan
Reshuffle Kabinet Prabowo Hari Ini 27 April 2026, Daftar Nama Menteri Baru Mulai Terungkap ke Publik